Politik

Soekarno Cup 2026 di Surabaya: Ajang Pembinaan Talenta Sepak Bola

Bagikan:

SURABAYA, 10–24 Agustus 2026 — Soekarno Cup 2026 digelar di beberapa venue di Surabaya dan sekitarnya sebagai ajang kompetisi sepak bola antardaerah sekaligus program pembinaan karakter generasi muda. Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah menyatakan turnamen ini bertujuan memperkuat disiplin, sportivitas, kerja sama tim, dan nilai kebangsaan.

Rangkaian turnamen dan format kompetisi

Turnamen berlangsung pada 10–24 Agustus 2026. Pertandingan dipusatkan di beberapa stadion dan lapangan di wilayah Surabaya dan Gresik.

  • Gelora 10 November (Surabaya)
  • Gelora Bung Tomo (Surabaya)
  • Lapangan Thor (Surabaya)
  • Gelora Joko Samudro (Gresik)
  • Bangkalan

Sebanyak 16 tim dari berbagai provinsi berpartisipasi. Turnamen memakai format empat grup. Dua tim terbaik tiap grup melaju ke babak delapan besar, lalu semifinal dan final.

Asal tim peserta

Tim yang berlaga berasal dari beragam provinsi. Keberagaman ini dimaksudkan untuk memberi jangkauan pembinaan yang lebih luas.

  • Jawa Timur
  • Jawa Tengah
  • DI Yogyakarta
  • Jawa Barat
  • Banten
  • DKI Jakarta
  • Bali
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Sulawesi Utara
  • Sulawesi Selatan
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Barat
  • Maluku
  • Jambi
  • Sumatera Utara

Seleksi dan persiapan tim Jawa Timur

PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar proses seleksi untuk membentuk tim. Proses melibatkan 1.615 anak muda dari lima wilayah seleksi. Dari tahap itu terpilih 25 pemain yang dipersiapkan mempertahankan gelar juara Soekarno Cup 2025.

  • Lokasi seleksi: Surabaya, Bangkalan, Malang, Blitar, Banyuwangi
  • Pemusatan latihan: dua bulan
  • Uji coba: melawan Persebaya Future Lab, Gresik United Academy, Deltras Academy

Nilai pembinaan dan peran wasit perempuan

Said Abdullah menekankan kompetisi ini bukan hanya soal keterampilan teknis. Penguatan karakter dan pengenalan nilai para pendiri bangsa juga menjadi fokus.

"Soekarno Cup bukan sekadar ajang sepak bola, namun juga cara kami ikut terlibat membangun karakter bangsa. Kami berharap ajang kompetisi ini bisa membangun kedisiplinan, sportivitas, dan kerja sama tim," — Said Abdullah.

Turnamen juga memberi ruang lebih luas bagi wasit perempuan. Ini merupakan bagian dari upaya kesetaraan gender dan memberi peluang bagi wasit berprestasi memimpin pertandingan.

Penghargaan dan acara pembukaan

Selain trofi juara, panitia menyiapkan penghargaan individual untuk merangsang prestasi pemain.

  • Man of the Match
  • Top Skor
  • Kiper Terbaik
  • Pelatih Terbaik

Upacara pembukaan pada 10 Agustus akan menampilkan penyalaan obor, defile kontingen, dan penampilan 300 seniman tradisional. Penutupan dijadwalkan menghadirkan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk penyerahan trofi.

Implikasi dan prospek

Said berharap semakin banyak kompetisi usia muda digelar untuk membuka ruang pengembangan talenta sepak bola nasional. Ia membuka kemungkinan pembinaan ini berkembang menjadi skuad profesional PDI Perjuangan di masa depan, namun prioritas saat ini adalah menemukan dan mengembangkan talenta muda hingga terbentuk skuad yang tangguh.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait