Politik

DPC PDIP Minta Polres Telusuri Penyebab Kebakaran Lahan Magetan

Bagikan:
Asap kebakaran lahan di Magetan saat petugas memadamkan api

Magetan — DPC PDI Perjuangan Magetan mendesak Polres Magetan menelusuri penyebab kebakaran hutan dan lahan yang berulang di wilayah itu, terutama insiden yang diduga berkaitan dengan aktivitas manusia. Desakan itu disampaikan Sabtu, 3 Oktober 2026, menyusul pernyataan resmi BPBD yang mencatat lonjakan kejadian pada Mei–Juli 2026.

Data kejadian dan indikasi penyebab

Berdasarkan publikasi Pemkab Magetan, Kepala Pelaksana BPBD melaporkan 45 kejadian kebakaran lahan sepanjang Mei hingga Juli 2026. BPBD menyebut sebagian besar diduga dipicu oleh aktivitas manusia.

  • Membakar sampah yang merambat ke lahan
  • Membuang puntung rokok sembarangan
  • Dugaan unsur kesengajaan pembakaran

Kebakaran kemudian terus terjadi pada bulan-bulan berikutnya, termasuk di kawasan Gunung Bancak dan lereng Gunung Lawu.

Desakan penelusuran dari DPC PDI Perjuangan

Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan, Diana Sasa, menilai pentingnya aparat keamanan masuk untuk memastikan akar masalah, bukan sekadar memadamkan api. Menurutnya, penanganan karhutla tidak boleh berhenti ketika api padam.

"Kalau sudah ada dugaan kesengajaan yang disampaikan BPBD, menurut saya aparat keamanan perlu masuk dan menelusuri. Bukan untuk buru-buru mencari tersangka, tetapi untuk memastikan sebenarnya apa penyebab kebakaran yang terus berulang ini." — Diana Sasa

Diana menegaskan penelusuran dibutuhkan agar pola kejadian bisa diidentifikasi dan langkah pencegahan lebih tepat sasaran.

Peran kepolisian dan koordinasi antar-instansi

Polres Magetan sebelumnya mengingatkan bahwa kesengajaan atau kelalaian yang menyebabkan kebakaran dapat berujung pada konsekuensi hukum. Diana mendorong kepolisian untuk melakukan penyelidikan bila ada indikasi pidana.

Dia juga meminta BPBD, Perhutani, Cabang Dinas Kehutanan, pemadam kebakaran, dan pemerintah desa menyerahkan data serta hasil asesmen lapangan yang diperlukan penyelidikan.

Transparansi informasi kepada publik

Diana meminta perkembangan penyelidikan dan penanganan disampaikan secara berkala kepada masyarakat lewat konferensi pers bersama atau kanal resmi instansi terkait. Ia menekankan, bukan semua materi penyelidikan harus diungkap, tetapi masyarakat perlu mengetahui status setiap kejadian.

"Tidak. Jangan dibalik. Kita tidak mengatakan semua kebakaran sengaja dibakar dan kita juga tidak menunjuk siapa pun. Justru karena belum tahu, maka harus diperiksa." — Diana Sasa

Menurut Diana, pengungkapan penyebab penting untuk menentukan pola pencegahan berikutnya. "Padamkan apinya, tetapi ungkap juga penyebabnya," ujarnya menutup permintaannya agar langkah pencegahan ke depan lebih efektif.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait