Nasional

Mendikdasmen Pastikan Pembelajaran SMPN 16 Medan Kembali 100%

Bagikan:
Revitalisasi SMPN 16 Medan menunjukkan ruang kelas yang telah diperbaiki setelah banjir

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti memastikan pembelajaran di SMPN 16 Medan kembali berlangsung penuh setelah revitalisasi selesai pada Agustus 2026.

Revitalisasi selesai, pembelajaran kembali 100%

Abdul Mu’ti meninjau langsung UPT SMP Negeri 16 Medan pada Senin, 14 September 2026. Sekolah itu sebelumnya terdampak banjir pada September 2025 dengan ketinggian air lebih dari satu meter.

Ia menyatakan seluruh kegiatan pembelajaran kini berjalan secara tatap muka penuh dan tidak lagi dilakukan daring.

"Pembangunan revitalisasi sekolah yang terdampak banjir ini selesai pada waktunya, bulan Agustus,"

Dengan pernyataan itu, Mendikdasmen menegaskan pemulihan fasilitas telah memungkinkan proses belajar mengajar kembali normal.

Langkah perbaikan dan mitigasi banjir

Kepala UPT SMPN 16 Medan, Taripar Rudi Sihaloho, menyebut revitalisasi dimulai April 2026 dan rampung Agustus 2026. Salah satu tindakan utama adalah penimbunan dan peninggian area sekolah.

"Sebelumnya area sekolah ini rendah, sehingga dilakukan penimbunan dan ditinggikan,"

Upaya tersebut dimaksudkan untuk mengurangi risiko sekolah kembali terendam saat hujan deras.

  • Penimbunan dan peninggian lahan sekolah
  • Perbaikan bangunan dan ruang kelas yang rusak
  • Pemulihan fasilitas pengajaran yang terdampak banjir

Dampak pada guru dan siswa

Guru dan siswa melaporkan perbaikan nyata setelah revitalisasi. Sebelumnya, banjir tahun 2025 merusak meja dan perlengkapan sekolah sehingga pembelajaran terganggu.

Guru PKN Patar Saputra Sihombing mengatakan kondisi kini jauh lebih aman dan nyaman.

"Dengan adanya revitalisasi ini, kami merasa sangat nyaman, tidak ada lagi rasa ketakutan ketika hujan,"

Siswa juga merasakan manfaat revitalisasi. Alifah Dzakiroh, murid kelas VIII, menyebut ruang belajar kini mendukung fokus peserta didik.

"Setelah mendapatkan revitalisasi dari Kemendikdasmen, kami lebih nyaman lagi untuk belajar dan lebih fokus,"

Sementara itu, murid kelas IX Febbi Mariana Wati Zai menyatakan pembelajaran kini bisa berlangsung serentak tanpa pembagian jadwal pagi dan siang.

"Setelah revitalisasi, kami sudah dapat ruangannya semua dan bisa berkumpul,"

Dukungan pemerintah kota dan prospek ke depan

Wali Kota Medan, Rico Waas, mengapresiasi dukungan Kemendikdasmen dan berjanji melanjutkan bantuan melalui pemenuhan mebel. Sekolah termasuk salah satu yang cukup parah terdampak banjir sebelumnya, sehingga pemulihan menjadi prioritas.

Revitalisasi SMPN 16 Medan adalah bagian dari upaya pemerintah memulihkan satuan pendidikan terdampak bencana agar tercipta ruang belajar yang aman, sehat, dan nyaman.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait