NPC Indonesia dan PATRIN Perkuat Pembinaan Olahraga Disabilitas
NPC Indonesia menegaskan komitmen memperkuat sinergi pembinaan dan pendanaan bagi atlet penyandang disabilitas bersama Kemenpora dan PATRIN. Pernyataan itu disampaikan pada 31 Agustus 2026 sebagai tanggapan atas isu penggalangan donasi mandiri oleh beberapa atlet tunarungu. Langkah ini bertujuan memastikan mekanisme pengiriman kontingen, persiapan teknis, dan alokasi anggaran berjalan terkoordinasi.
Koordinasi pembinaan dan skema pendanaan
Kepala Biro Hukum NPC Indonesia, Satriawan Sulaksono, menjelaskan bahwa penetapan delegasi ke kompetisi internasional memerlukan konsolidasi strategis dan perencanaan anggaran yang matang. Menurutnya, partisipasi dalam single event merupakan bagian dari tryout pelatnas menuju Paralimpiade, sehingga perlu dukungan anggaran yang akuntabel.
Satriawan mengatakan bahwa pembinaan olahraga prestasi tuna rungu di Indonesia sudah tepat bernaung pada organisasi yang diakui oleh ICSD, dan lembaga resmi yang berwenang memberangkatkan kontingen Indonesia adalah PATRIN.
Koordinasi antara NPC, PATRIN, dan Kemenpora dimaksudkan untuk menghindari tumpang tindih wewenang serta memastikan setiap atlet mendapat akses pendanaan dan fasilitas latihan sesuai kebutuhan.
Syarat administratif dan keanggotaan internasional
Pengiriman kontingen ke Deaflympics mensyaratkan keanggotaan pada International Committee of Sports for the Deaf (ICSD). Untuk kompetisi regional, acuan organisasi adalah Asia Pacific Deaf Sports Confederation (ADPSC) dan Asian Deaf Sports Federation (ADSF). NPC menekankan perlunya pemenuhan persyaratan administratif internal oleh seluruh asosiasi agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi.
Para atlet diharapkan mendaftarkan diri secara terpusat melalui mekanisme yang akan disinergikan dengan Kemenpora. Tujuannya agar persiapan teknis, termasuk jadwal pelatnas dan kebutuhan logistik, dapat dikoordinasikan secara langsung.
Dukungan pemerintah dan akses fasilitas
Satriawan menegaskan dukungan pemerintah melalui Kemenpora untuk pengembangan olahraga disabilitas di tingkat nasional dan internasional. Pendekatan berkelanjutan ini juga mencakup peningkatan akses fasilitas pelatihan berstandar internasional di berbagai daerah.
Satriawan mengimbau para atlet agar tidak khawatir dan memanfaatkan jalur resmi untuk pendaftaran dan persiapan kompetisi.
Dengan langkah ini, diharapkan ekosistem olahraga disabilitas menjadi lebih setara dan mampu melahirkan bibit unggul dari seluruh pelosok negeri.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Como Kejutkan Napoli 2-1 di Stadio Maradona
Como 1907 menang 2-1 atas Napoli di Stadion Maradona (30/8/2026). Fàbregas puji keberanian tim, Allegri kece...
Chelsea 4-3 Brighton, Alonso Puji Mentalitas Pemenang
Chelsea menundukkan Brighton 4-3 di Stamford Bridge (30/8/2026); Alonso memuji mentalitas tim meski ada cede...
Onic Sport Juara IPL 2026, Almaira dan Cindy Tetap Fokus Asian Games
Onic Sport juara Divisi Elite Putri BRI Grand Final IPL 2026; Almaira dan Cindy tetap fokus mematangkan pers...
Richie Duta Richardo Juara Pontianak International Challenge 2026
Richie Duta Richardo juara Pontianak International Challenge 2026, menang 24-22, 21-19 atas Ginpaul Sonna pa...
Arwana Jaya Tumbangkan Onic Sport 3-0 di BRI Grand Final IPL 2026
Arwana Jaya mengalahkan Onic Sport 3-0 di BRI Grand Final IPL 2026 dan memuncaki Divisi Elite Putra dengan e...
Leeds dan Brentford Imbang 1-1 di Elland Road
Leeds United dan Brentford bermain imbang 1-1 di Elland Road, Minggu 30 Agustus 2026; kedua tim kini sama-sa...