Simalungun Kukuhkan Relawan Perlindungan Anak untuk Jadi Layak Anak
SIMALUNGUN – Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) menggelar Pendampingan Penyelenggaraan Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak dan Pengukuhan Relawan Perlindungan Anak pada Kamis, 11 Juni, di Nagori Dolok Maraja, Kecamatan Tapian Dolok.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat upaya menuju Kabupaten Layak Anak dengan fokus pencegahan kekerasan terhadap anak, perkawinan anak di bawah umur, eksploitasi anak, dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), sekaligus meningkatkan pola asuh anak dan remaja di era digital.

Tujuan kegiatan dan tema
Acara ini mengangkat tema pencegahan berbagai ancaman terhadap anak, antara lain kekerasan, perkawinan anak, eksploitasi, dan TPPO. DPPPA menyatakan kegiatan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pengasuhan dan perlindungan anak di tengah tantangan zaman digital.
Materi dan narasumber
Peserta mendapatkan materi edukatif dari sejumlah narasumber. Ruth Maya Tamba, M.Psi., Psikolog, memaparkan strategi pencegahan kekerasan di keluarga dan sekolah. Sementara Kanit PPA Polres Simalungun, Aiptu Chairul Nizar, menjelaskan aspek hukum penanganan kekerasan terhadap anak serta bahaya judi online dan pinjaman online.
Plt. Kepala Dinas Kominfo, Akbar Putera Siregar, mengulas pentingnya pengawasan penggunaan internet di kalangan anak dan remaja agar teknologi dimanfaatkan secara sehat, aman, dan produktif.
Respon pemerintah daerah dan tokoh setempat
Camat Tapian Dolok, Juraini Purba, menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut dan menekankan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk menjamin tumbuh kembang anak yang aman dan sehat.
"Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman dan komitmen bersama dalam memenuhi serta melindungi hak-hak anak," ujar Juraini Purba.
Dalam pernyataannya mewakili Bupati Simalungun, Kepala Dinas PPA, Sri Wahyuni, menegaskan bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.
"Pemerintah Kabupaten Simalungun berkomitmen penuh menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak," kata Sri Wahyuni menyampaikan pesan Bupati.
Peserta dan harapan
Kegiatan diikuti TP PKK Nagori Dolok Maraja, remaja nagori, siswa-siswi MTs Al-Muslimun NU Bahsulung dan MTs Andalusia Dolok Maraja, serta unsur masyarakat lainnya. Materi yang disampaikan diharapkan mendorong kesadaran kolektif untuk memperkuat perlindungan anak dari berbagai bentuk kekerasan dan pengaruh negatif teknologi.
Dengan pengukuhan relawan dan sosialisasi ini, Pemkab menargetkan terbentuknya generasi Simalungun yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing menuju status Kabupaten Layak Anak.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Rico Waas: Pelantikan ICMI Muda Medan Harus Jadi Aksi Nyata
Wali Kota Medan Rico Waas minta ICMI Muda Medan yang baru dilantik langsung bergerak dengan roadmap kerja da...
Tapanuli Highlands Festival 2026: Pulau Sibandang Tampil sebagai Destinasi Sport Tourism
Pulau Sibandang dan Muara dipromosikan lewat Tapanuli Highlands Festival 2026; 65 peserta mengikuti lomba re...
Kejati Aceh Gelar Seleksi Jabatan Eselon III.b dengan Sistem Merit
Kejati Aceh menggelar seleksi Jabatan Eselon III.b pada 2 Oktober 2026 menggunakan sistem merit untuk menjar...
Polsek Gunung Malela Tangkap Dua Pengedar Sabu di Siantar
Polsek Gunung Malela menangkap MD (45) dan AID (27) di Siantar, 30/9, serta menyita sabu dan barang bukti la...
Puluhan Remaja Masjid Al Ikhlas Gelar Tadabbur Alam di Medan
Puluhan remaja Masjid Al Ikhlas mengadakan Tadabbur Alam di Medan Selayang untuk mempererat ukhuwah dan meng...
Rico Waas Janji Tangani Banjir dan Tambah 10.000 CCTV di Medan
Wali Kota Medan Rico Waas janji solusi banjir di Kelurahan Beringin, rencanakan drainase, parit, pembersihan...