Pemko Medan Serahkan 200 Berkas Aset ke BPN
Medan — Pemerintah Kota Medan menyerahkan 200 berkas aset daerah kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Medan untuk diproses sertifikasinya, Senin (14/9) di Balai Kota. Langkah ini bagian dari upaya percepatan penertiban dan pengamanan aset milik pemerintah agar memiliki kepastian hukum dan mengurangi risiko sengketa.
Penyerahan berkas dan tindak lanjut
Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap menerima langsung kunjungan BPN dan menegaskan komitmen Pemko untuk menuntaskan sertifikasi aset secara bertahap. Ia meminta proses 200 berkas itu dipantau berkala, khususnya pada tahapan pengukuran dan kelengkapan administrasi.
Menurut Wakil Wali Kota, aset yang sudah terukur namun masih kurang dokumen harus segera dikelompokkan dan dilengkapi agar proses sertifikasi berjalan lebih cepat dan efisien.
Koordinasi internal Pemko
Pada pertemuan tersebut, Zakiyuddin didampingi sejumlah pejabat Pemko, antara lain:
- Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) M. Agha Novrian
- Plt. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Suluh Aulia Harahap
Sinkronisasi data dan inventarisasi
Plt. Kepala Kantor Pertanahan Kota Medan Reza Andrian Fachri menyatakan BPN siap mendukung percepatan sertifikasi. Salah satu langkah teknis yang disepakati adalah sinkronisasi data Nomor Objek Pajak (NOP) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dengan Nomor Identifikasi Bidang (NIB).
Sinkronisasi ini ditujukan untuk membangun satu basis data pertanahan yang dapat menunjukkan jumlah bidang tanah di Kota Medan, baik yang sudah maupun belum bersertifikat.
Selain itu, BPN telah melakukan inventarisasi menggunakan pemotretan udara terhadap wilayah Kota Medan seluas sekitar 28.000 hektare. Hasil pengukuran itu akan diserahkan kepada Pemko, termasuk temuan jika terdapat perbedaan luas dibandingkan catatan di Kartu Inventaris Barang (KIB).
Program Perintis percepat layanan pertanahan
BPN juga mendorong peluncuran program Peralihan Terintegrasi atau Perintis pada 24 September. Program ini menargetkan penyelesaian proses peralihan hak—mulai pengecekan, pembuatan akta, validasi BPHTB hingga penerbitan sertifikat—dalam waktu maksimal 10 hari.
- Pengecekan dokumen
- Pembuatan akta dan validasi BPHTB
- Penyelesaian sertifikat dalam 10 hari kerja
Implikasi dan langkah ke depan
Dengan sinergi antara Pemko Medan dan BPN, diharapkan pengamanan aset daerah menjadi lebih optimal dan kepemilikan aset pemerintah mendapat kepastian hukum. Data hasil inventarisasi dan sinkronisasi menjadi dasar penertiban administrasi serta prioritas penyelesaian sertifikat aset yang belum bersertifikat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Syariat Islam di Aceh Butuh Dukungan Masyarakat, Bukan Hanya Regulasi
Tgk. Bustamam Usman menilai pelaksanaan syariat Islam di Aceh memerlukan dukungan individu dan masyarakat, b...
Bupati Sergai Buka Open Turnamen Sepakbola Piala Bupati-Wabup
Bupati Sergai Darma Wijaya membuka Open Turnamen Sepakbola Piala Bupati-Wabup di Perbaungan, 12 tim bersaing...
Wali Kota Sabang Serahkan Bantuan untuk Pekerja Cuci di Kuta Timu
Wali Kota Sabang kunjungi Siti Rohamah di Kuta Timu dan serahkan bantuan tunai serta peralatan cuci untuk me...
Bupati Asahan Tegaskan Sinergi Pemda Percepat Pembangunan
Bupati Asahan minta sinergi antar Pemda di Rapat Revisi UU 23/2014 untuk percepat pembangunan dan tingkatkan...
Koperasi Desak Eksekusi Putusan MA atas Lahan Eks PT Torganda
Koperasi mendesak eksekusi dua putusan MA atas 47.000 ha lahan eks PT Torganda; menuntut kepastian hak dan p...
Polrestabes Medan Gerebek Rumah di Jalan Jermal, Dua Orang Diamankan
Tim gabungan Polrestabes Medan menggerebek rumah di Jalan Jermal pada 30/10; ditemukan barang bukti narkoba...