Lokal

PTPN IV Langsa Peringati Maulid dan Santuni 100 Anak Yatim

Bagikan:
Peringatan Maulid Nabi PTPN IV dan santunan 100 anak yatim di Langsa

Langsa — PTPN IV Regional IV memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan memberikan santunan kepada 100 anak yatim pada Selasa, 15 September. Kegiatan berlangsung di Gedung Meuligoe Nusantara, Jalan Kebun Baru, Kota Langsa, dengan tujuan menguatkan nilai integritas, keteladanan, dan kepedulian sosial.

Rangkaian acara

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Ustadz Sahida Asaluddin. Selanjutnya, jamaah mendengarkan lantunan shalawat dari Group Shalawat IFQAH Kota Langsa dan tausiyah dari Ustadz Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nst MA.

  • Pembaca Alquran: Ustadz Sahida Asaluddin
  • Penampilan shalawat: Group Shalawat IFQAH Kota Langsa
  • penceramah: Ustadz Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nst MA

Pesan pimpinan

Region Head PTPN IV Regional IV, Yudhi Cahyadi, menegaskan peringatan ini lebih dari sekadar seremoni. Menurutnya, kegiatan bertujuan menanamkan kembali nilai-nilai yang relevan untuk dunia kerja saat ini.

Keteladanan Rasulullah diharapkan mampu mendorong setiap insan perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas kerja sekaligus produktivitas

Ia juga menekankan pentingnya prinsip kejujuran, amanah, dan kedisiplinan sebagai fondasi budaya kerja perusahaan.

Semoga melalui momentum ini kita jadikan untuk menambah ilmu keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT

Tausiyah: Meneladani Rasulullah

Dalam tausiyahnya, Ustadz Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nst MA mengulas sejarah Islam dan perjalanan hidup Rasulullah SAW. Ia mengajak jamaah menjadikan Rasulullah sebagai contoh dalam berakhlak, memegang amanah, serta memperkuat persaudaraan.

Pesan tausiyah difokuskan pada penerapan nilai-nilai keteladanan itu dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam lingkungan kerja perusahaan.

Penutup dan dampak sosial

Acara ditutup dengan doa bersama dan jamuan kenduri yang melibatkan anak yatim, karyawan, warga sekitar, serta tamu undangan. Kegiatan santunan dan peringatan religius tersebut diharapkan memperkuat hubungan sosial antara perusahaan dan komunitas setempat.

Momentum Maulid ini menjadi sarana pembinaan iman sekaligus penguatan budaya kerja yang berbasis integritas dan produktivitas.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait