Tujuh Letusan dalam 8 Jam, Gunung Semeru Erupsi Kembali
Gunung Semeru di Jawa Timur kembali erupsi pada Kamis, 4 Juni 2026, dengan tujuh letusan tercatat sejak dini hari hingga pagi. Letusan terjadi antara pukul 00.34 WIB dan 07.47 WIB, menghasilkan kolom abu setinggi 400–700 meter dari puncak. Status gunung masih Level III (Siaga) dan otoritas meminta masyarakat mematuhi rekomendasi keselamatan.
Ringkasan erupsi hari ini
Pos Pengamatan Gunung Semeru mencatat tujuh letusan dalam rentang waktu sekitar delapan jam. Kolom erupsi teramati berwarna putih hingga kelabu dan bergerak ke arah barat daya dengan intensitas cukup tebal.
Erupsi terbesar terjadi pada pagi hari.
"Erupsi ketujuh terjadi pada pukul 07.47 WIB, tinggi kolom letusan sekitar 700 meter di atas puncak,"ujar Sigit Rian Alfian, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru.
Data seismik dan gempa
Pemantauan seismik menunjukkan aktivitas internal yang meningkat. Untuk erupsi yang terekam pagi tadi, amplitudo maksimum mencapai 21 milimeter dan durasi tercatat lebih dari dua menit.
Selama periode pengamatan enam jam, petugas mencatat belasan gempa terkait erupsi.
"Selama periode pengamatan, tercatat 16 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo antara 12 hingga 22 milimeter,"kata Sigit.
Tim juga merekam tiga kali gempa embusan dengan amplitudo rendah dan satu gempa tektonik jauh pada periode yang sama.
Rincian data
| Parameter | Data |
|---|---|
| Jumlah letusan | 7 kali |
| Waktu pengamatan | 00.34 WIB – 07.47 WIB (4 Juni 2026) |
| Tinggi kolom erupsi | 400–700 meter di atas puncak |
| Amplitudo maksimum (satu erupsi) | 21 mm |
| Jumlah gempa letusan tercatat | 16 kali (amplitudo 12–22 mm) |
| Gempa embusan | 3 kali |
| Gempa tektonik jauh | 1 kejadian |
Aturan keselamatan dan zona larangan
Otoritas vulkanologi dan pemantau setempat menegaskan beberapa pembatasan untuk mengurangi risiko bagi warga dan pengunjung. Sigit mengimbau masyarakat menjauhi sektor tenggara gunung, khususnya sepanjang aliran Besuk Kobokan.
"Masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi,"
Selain itu, warga diminta menghindari sempadan sungai dan batasan jarak lainnya untuk mengantisipasi awan panas, lontaran pijar, dan aliran lahar.
- Jauhi aliran Besuk Kobokan hingga 13 km dari pusat erupsi.
- Hindari aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan.
Dampak dan langkah antisipasi
Material abu dan pijar berpotensi menjangkau area lebih luas jika intensitas erupsi meningkat. Pemantauan berlanjut dan peringatan akan diperbarui jika situasi berubah. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau memantau informasi resmi dan menyiapkan langkah evakuasi jika diperlukan.
Berita Terkait
Prabowo Tegur 'Emak-emak' Saat Acara MBG di Sentul, Suasana Mencair
Presiden Prabowo menegur peserta 'emak-emak' saat memperkenalkan mitra Program MBG di Sentul, 3 Juni 2026; s...
Komisi VII: Kemenpar Diminta Cek Posisi Pariwisata, Waspadai Vietnam
Komisi VII minta Kemenpar sajikan data komparatif; khawatir isu pariwisata Vietnam melampaui Indonesia dan s...
Viral Siswa Pakai Arang Jadi Kaus Kaki, Disdikbud TTS Turun Tangan
Disdikbud TTS akan mengecek video viral siswa yang menggunakan arang sebagai kaus kaki dan memerintahkan pen...
Prakiraan Cuaca 4 Juni 2026: Berawan hingga Hujan Ringan
BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia berawan hingga berpotensi hujan ringan pada 4 Juni 2026,...
Pemerintah Hormati Proses Hukum Dadan Hindayana dan Silmy Karim
Pemerintah menghormati proses hukum terhadap Dadan Hindayana dan Wamen Silmy Karim; Kejagung tangani kasus M...
PKP Perkuat Kepastian Hukum Program Perumahan Bersama BPKP
PKP melakukan konsultasi dengan BPKP pada 3 Juni 2026 untuk memperkuat tata kelola dan kepastian hukum progr...