Prabowo Tegur 'Emak-emak' Saat Acara MBG di Sentul, Suasana Mencair
Pada Rabu, 3 Juni 2026, Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition di Sentul, Bogor. Saat memperkenalkan 10 perwakilan mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Presiden menegur peserta yang mendekat sehingga suasana berubah menjadi hangat dan diselingi tawa ribuan hadirin.
Momen tegur yang memancing tawa
Ketika para perwakilan naik panggung, Presiden mengatur posisi mereka agar terlihat jelas. Ia meminta peserta berdiri rapi untuk keperluan pengambilan gambar dan pengenalan.
"Berdiri di situ, satu baris di situ. Menghadap sini, mundur, satu baris,"
Suasana sempat ramai saat seorang perempuan peserta spontan maju untuk bersalaman. Presiden kemudian menghentikan interaksi tersebut dan mengingatkan pentingnya ketertiban.
"Sebentar, sebentar. Turun dulu, mundur dulu, yang disiplin dong,"
Ucapan Presiden yang menyebut tingkah "emak-emak" langsung disambut gelak tawa oleh peserta. Presiden menambahkan komentar yang kembali mengundang tawa,
"Malu ada orang asing ini lihat. Gimana sih emak-emak ini,"
Reaksi tersebut membantu mencairkan suasana di tengah acara yang dihadiri banyak pihak.
Siapa saja yang hadir
Acara ini dihadiri 12.173 peserta dari berbagai daerah. Mereka hadir untuk mendengarkan arahan penguatan program gizi nasional dan berbagi praktik pelaksanaan MBG.
- Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG)
- Koordinator Regional SPPG
- Kepala SPPG
- Para mitra MBG dari berbagai daerah
Interaksi dan fokus program
Selain momen ringan, Presiden beberapa kali berinteraksi santai dengan peserta. Pertemuan juga berfungsi sebagai forum penyamaan langkah pelaksana MBG dan mitra terkait penguatan pelayanan gizi.
Penegasan ketertiban oleh Presiden mencerminkan kebutuhan koordinasi agar kegiatan operasional program berlangsung efektif dan terukur.
Implikasi untuk program gizi nasional
Momen ini bukan hanya soal tawa. Kehadiran ribuan pelaksana menunjukkan skala dan komitmen implementasi Makan Bergizi Gratis di lapangan. Suasana yang cair membantu membangun keakraban antarpeserta, sekaligus menegaskan pentingnya disiplin operasional.
Ke depan, konsolidasi pelaksana dan mitra diharapkan memperkuat keberlanjutan program serta capaian perbaikan gizi anak-anak Indonesia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...