Ekonomi

Vale Percepat Proyek Hilirisasi Nikel HPAL di Morowali

Bagikan:
Pembangunan fasilitas HPAL dan komponen autoclave di Morowali untuk hilirisasi nikel

PT Vale Indonesia mempercepat pembangunan fasilitas hilirisasi nikel High Pressure Acid Leaching (HPAL) di Morowali, Sulawesi Tengah. Percepatan itu ditandai dengan kedatangan komponen utama autoclave untuk lini produksi Sambalagi dan menegaskan target first mechanical completion pada akhir 2026. Proyek ini bagian dari Indonesia Growth Project (IGP) senilai sekitar USD2 miliar untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional.

Komponen utama dan jadwal konstruksi

Kedatangan komponen autoclave menjadi tonggak penting dalam pembangunan pabrik HPAL Sambalagi. Fasilitas dirancang dalam tiga jalur produksi untuk meningkatkan kapasitas pengolahan.

  • Line A
  • Line B
  • Line C

Pengoperasian bertahap diarahkan menuju first mechanical completion akhir 2026. Pencapaian ini dinilai krusial untuk mempercepat nilai tambah nikel di dalam negeri.

Alasan percepatan dan pandangan ahli

Pengamat tambang dan energi, Ferdy Hasiman, mengatakan pembangunan HPAL kini menjadi kebutuhan strategis bagi perusahaan tambang untuk masuk ke rantai pasok kendaraan listrik global.

"Sebagian besar belanja modal perusahaan tambang saat ini memang diarahkan untuk pembangunan HPAL karena fasilitas ini akan menjadi tulang punggung ekosistem kendaraan listrik. Sejauh ini, MIND ID melalui Vale termasuk yang paling agresif mengembangkan proyek tersebut,"

— Ferdy Hasiman, 25 Juli 2026

Ferdy menambahkan bahwa dukungan pemerintah dan mitra investasi mempercepat realisasi proyek. Pengalaman manajemen juga disebut sebagai faktor penting dalam percepatan ini.

Dukungan pemerintah dan kerja sama internasional

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, yang juga CEO Danantara Indonesia, menyatakan proyek Vale membentuk ekosistem hilirisasi yang berkelanjutan dan sejalan dengan kepentingan nasional.

"Proyek hilirisasi Vale menempatkan standar baru dalam kolaborasi internasional yang selaras dengan kepentingan nasional. Yakni, membangun kedaulatan sumber daya, membuka lapangan kerja, serta menciptakan nilai tambah tinggi yang mendukung agenda Net Zero Emissions,"

— Rosan Roeslani

Percepatan proyek juga melibatkan mitra dari Korea Selatan dan Tiongkok dengan komitmen pada praktik industri berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan rendah karbon.

Dampak sosial dan ekonomi lokal

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah menyampaikan apresiasi atas pembangunan kawasan industri yang memperhatikan pemberdayaan masyarakat. Keterlibatan UMKM lokal dan penyediaan fasilitas publik menjadi sorotan sebagai bentuk pembangunan inklusif.

Dengan selesainya HPAL Morowali, Vale diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok baterai dan kendaraan listrik, sekaligus memberikan dampak ekonomi luas bagi daerah penghasil nikel.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait