Nasional

DPR Tekankan Penyelesaian RUU Danantara untuk Dorong Ekonomi

Bagikan:
Herman Khaeron di Kompleks Parlemen menjelang Sidang Tahunan MPR RI 2026

DPRBadan Legislasi untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Pernyataan ini disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, pada Jumat, 14 Agustus 2026, menjelang Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Dorongan penyelesaian RUU

Herman mengatakan revisi dan pengesahan sejumlah RUU dianggap mendesak agar regulasi bisa menyesuaikan perubahan di berbagai sektor. Ia menilai regulasi baru tidak hanya memperbarui aturan, tetapi juga dapat memberi dorongan pada kegiatan ekonomi.

Peran Danantara bagi perekonomian

Salah satu contoh regulasi yang disebut Herman adalah pembentukan Danantara. Menurutnya, lembaga ini diproyeksikan memiliki peran strategis sebagai pengelola aset besar yang dapat menopang pembangunan nasional.

"Kita bisa melahirkan bagaimana lahir ada Danantara ya. Ini akan menjadi lembaga pengelola terbesar di Asia.

Dan tentu akan menjadi penopang terhadap pertumbuhan ekonomi nasional kita, terhadap pembangunan kita,"

Pendanaan: sumber dari BUMN

Herman menjelaskan sumber pendapatan Danantara berasal dari badan usaha milik negara (BUMN) yang saat ini sedang ditata ulang. Pemerintah disebut tengah melakukan penggabungan klaster dan perusahaan sejenis untuk menyederhanakan struktur BUMN.

"Saat ini BUMN sedang dilakukan penciutan, ya, sedang dilakukan penggabungan-penggabungan beberapa BUMN. Baik yang klaster-nya sama maupun BUMN yang memiliki usaha sejenis,"

Menurut Herman, upaya ini menargetkan jumlah BUMN turun dari sekitar 1.044 menjadi sekitar 250 entitas. Penyederhanaan diharapkan meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan nilai aset.

Aspek Sebelum Target
Jumlah BUMN 1.044 ~250

Dampak pada penerimaan dan kinerja BUMN

Herman menilai penataan tersebut mulai menunjukkan hasil. Ia menyebut ada peningkatan pendapatan dan perbaikan produktivitas berkat efisiensi dan revitalisasi aset.

"Kalau melihat dari sisi pendapatan memang sampai hari ini, apakah itu melalui efisiensi, peningkatan produktivitas. Maupun dari revitalisasi terhadap aset-aset BUMN yang sekarang berlangsung, tentu kalau kita lihat pertumbuhannya cukup baik,"

Dengan demikian, penyelesaian RUU—termasuk pembentukan Danantara—dianggap perlu segera dimatangkan oleh Badan Legislasi. RUU yang lengkap dan adaptif dipandang penting untuk memastikan peranan lembaga baru serta hasil penataan BUMN dapat mendukung pemulihan dan percepatan ekonomi nasional.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait