Wakapolri Perkuat Akurasi Seleksi Taruna Akpol dengan Teknologi Modern
Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo meninjau Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Spesialistik seleksi Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian di Gedung Serbaguna Akpol Lemdiklat Polri, Semarang, Selasa, 7 Juli 2026. Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses rekrutmen berlangsung objektif dengan dukungan teknologi kedokteran modern. Teknologi ini diharapkan meningkatkan akurasi diagnosis dan kualitas pengambilan keputusan kesehatan calon taruna serta taruni.
Peninjauan Rikkes Spesialistik
Wakapolri meninjau langsung berbagai tahapan pemeriksaan kesehatan tingkat pusat. Sebanyak 409 calon taruna dan taruni mengikuti Rikkes Spesialistik Tahun Anggaran 2026, sementara satu peserta mengundurkan diri sebelum pemeriksaan. Pengawasan melibatkan sejumlah pejabat utama Polri untuk memastikan setiap tahap berjalan transparan dan akuntabel.
Teknologi Kedokteran yang Digunakan
Tim medis memanfaatkan instrumen kesehatan berbasis digital untuk mendukung penilaian. Alat dan metode yang ditinjau antara lain:
- Heart Rate Variability (HRV) — mengevaluasi respons jantung terhadap beban fisik secara komprehensif.
- Bone Mineral Density (BMD) digital — mendeteksi risiko patah tulang dan cedera muskuloskeletal sejak dini.
- Pengukuran VO₂ Max — menilai kapasitas paru dan daya tahan fisik calon peserta.
Penggunaan alat digital ini dimaksudkan agar semua keputusan berbasis bukti ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan.
Jumlah Peserta dan Prosedur Tambahan
Pemeriksaan tidak hanya melihat kondisi saat istirahat, tetapi juga respons setelah aktivitas fisik. Khusus calon taruni, Wakapolri meminta pemeriksaan obstetri dan ginekologi diulang setelah pengumuman kelulusan untuk memastikan standar kesehatan sebelum pendidikan dimulai. Selain itu, riwayat penyakit bawaan dan gangguan saraf seperti epilepsi menjadi fokus pemeriksaan.
Pernyataan Pejabat
Wakapolri menekankan pentingnya pengukuran jantung pasca aktivitas fisik untuk menilai kapasitas jantung secara nyata.
Pemeriksaan jantung tidak cukup dilakukan saat peserta beristirahat. Pemeriksaan juga dilakukan setelah aktivitas fisik untuk mengukur kemampuan jantung.
Karokespol Pusdokkes Polri Brigjen Pol. I Gusti Gede Maha Andikajaya menjelaskan manfaat pemeriksaan modern.
Pemeriksaan kesehatan tidak lagi bertumpu pada pemeriksaan klinis konvensional. Seluruh parameter menghasilkan penilaian lebih komprehensif dan berbasis bukti ilmiah.
Wakapolri juga menegaskan komitmen pada prinsip seleksi yang bersih dan transparan.
Komitmen ini menjadi bagian dari penerapan rekrutmen Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH). Polri berharap rekrutmen berkualitas melahirkan perwira muda yang sehat, tangguh, berintegritas, dan adaptif.
Implikasi dan Langkah Ke Depan
Modernisasi peralatan medis dinilai memperkuat sistem rekrutmen Polri dengan penilaian yang lebih presisi. Implementasi instrumen digital mendukung pengambilan keputusan objektif dan evidence-based. Ke depan, pembaruan alat medis akan terus didorong agar seleksi Taruna Akpol berjalan lebih transparan dan akuntabel.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BNPB: Jangan Saling Menyalahkan soal Asap Karhutla
BNPB minta negara tetangga tak saling menyalahkan soal asap karhutla dan dorong kerja sama untuk pengendalia...
DPR Minta Dana Rekonstruksi Faskes di Manggarai Pasca Gempa
Komisi IX DPR minta alokasi anggaran rekonstruksi faskes di Manggarai pascagempa 21 Agustus 2026; 384 fasili...
Anak Muda Bandung Perkuat Gerakan Selamatkan Pangan
35 pemuda Bandung ikuti pelatihan penyelamatan pangan bersama Hareudang Bandung untuk kurangi pemborosan dan...
KLH Minta Swasta Bangun Sekat Kanal Atasi Karhutla Gambut Kalbar
KLH minta perusahaan swasta bangun sekat kanal di konsesi untuk atasi kebakaran lahan gambut Kalbar dan memp...
BULOG Siapkan Stok Beras Antisipasi Perpanjangan Darurat Gempa NTT
BULOG menyiapkan stok beras hingga 18.500 ton untuk mengantisipasi perpanjangan tanggap darurat gempa di NTT...
Kemensos Salurkan Rp15 Juta untuk 13 Ahli Waris Korban Gempa Nagekeo
Kemensos menyerahkan santunan Rp15 juta kepada 13 ahli waris korban gempa Nagekeo di Posko Berdikari Danga p...