BRIN Targetkan Peluncuran NEO-1 Januari 2027
BRIN menargetkan peluncuran satelit Nusantara Earth Observation-1 (NEO-1) pada Januari 2027. Pernyataan itu disampaikan Kepala BRIN Arif Satria pada peringatan 50 Tahun Satelit Indonesia di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian teknologi antariksa nasional.
Target peluncuran dan pengembangan
Menurut BRIN, NEO-1 merupakan satelit observasi bumi yang dikembangkan oleh talenta nasional. Peluncuran dijadwalkan pada Januari 2027 dan diposisikan sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas dalam seluruh siklus pengembangan satelit.
Makna kemandirian satelit
Arif Satria menekankan bahwa kemandirian tidak hanya soal memiliki satelit, melainkan kemampuan menguasai semua tahapan pengembangan secara mandiri. Ia memaparkan daftar kemampuan yang menjadi tolok ukur kemandirian tersebut.
- Merancang
- Membangun
- Mengintegrasikan
- Menguji
- Meluncurkan
- Mengoperasikan
- Memanfaatkan satelit
"Kemandirian satelit bukan sekadar kemampuan memiliki satelit. Kemandirian berarti kemampuan bangsa untuk merancang, untuk membangun, mengintegrasikan, menguji, meluncurkan, mengoperasikan serta memanfaatkan satelit secara mandiri,"
Rencana satelit telekomunikasi dan bandar antariksa
Selain NEO-1, BRIN juga menargetkan pengembangan satelit telekomunikasi nasional di masa mendatang. Upaya itu dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan pada layanan dan teknologi luar negeri.
Untuk mendukung peluncuran dari dalam negeri, BRIN mendorong pembangunan Bandar Antariksa Nasional. Dengan fasilitas peluncuran domestik, Indonesia diharapkan dapat meluncurkan satelit-satelit nasional tanpa sepenuhnya bergantung pada jasa luar negeri.
"Harapan kita di masa depan Indonesia tidak lagi sepenuhnya bergantung pada penyedia jasa peluncuran dari luar negeri. Satelit nasional ini dapat diluncurkan dari bandar antariksa di tanah air sendiri,"
Dampak dan prospek
BRIN melihat peluncuran NEO-1 sebagai tonggak penting penguasaan rantai teknologi satelit nasional. Keberhasilan proyek ini diharapkan memberi manfaat ekonomi, sosial, dan strategis bagi masyarakat serta mendorong posisi Indonesia dalam ekonomi antariksa global.
Peringatan 50 tahun satelit Indonesia menjadi momentum untuk memperkuat kedaulatan teknologi sekaligus mempercepat upaya menuju kemandirian penuh di sektor antariksa.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Tetapkan Rencana Induk Ekonomi Kreatif 2026-2045
Pemerintah menetapkan Rindekraf 2026-2045 lewat Perpres No.37/2026 untuk memperkuat talenta, daya saing usah...
KLH Targetkan PSEL Selesaikan Sampah di 60–70 Kabupaten/Kota
KLH menargetkan PSEL menyelesaikan persoalan sampah di 60–70 kabupaten/kota melalui 34 aglomerasi; proyek pe...
Dirut RRI: Renstra 2025–2029 Harus Diimplementasikan, Bukan Dokumen
Dirut RRI I Hendrasmo meminta Renstra 2025–2029 diimplementasikan nyata, bukan sekadar dokumen administratif...
PMII Jakarta Pusat Luncurkan Green Movement Hadapi Krisis Iklim
PMII Jakarta Pusat meluncurkan Green Movement 8 Juli 2026 dengan aksi penanaman pohon di Rusun Aspol Menteng...
Jakarta Tuan Rumah FAPC 2026, Tampilkan Wajah Toleransi
Jakarta jadi tuan rumah FAPC 20–26 Juli 2026; acara dipakai untuk menampilkan toleransi dan memperkuat diplo...
Prabowo Sambut Kesepakatan Restorasi Candi Prambanan dengan India
Presiden Prabowo menyambut kesepakatan restorasi Kompleks Candi Prambanan antara Indonesia dan India yang te...