Mensos: Siswa Sekolah Rakyat Hanya dari Keluarga Kurang Mampu
Menteri Sosial Saifullah Yusuf36.000 siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027.
Rekrutmen berdasarkan data resmi
Mensos menjelaskan calon peserta Sekolah Rakyat tidak mendaftar secara terbuka. Seleksi menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya keluarga yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2. Pendekatan ini bertujuan menjangkau anak-anak dari rumah tangga paling rentan.
Petugas Kementerian Sosial, Dinas Sosial, dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) turun langsung untuk verifikasi. Tim melakukan kunjungan rumah untuk memvalidasi kondisi riil keluarga sebelum menetapkan peserta didik.
"Sekolah Rakyat tidak membuka rekrutmen, tapi melakukan penjangkauan terhadap mereka yang masuk dalam data keluarga kurang mampu. Petugas akan melakukan verifikasi langsung ke rumah-rumah guna validasi seluruh data sesuai dengan kondisi di lapangan,"
Proses verifikasi dan persetujuan
Setelah verifikasi lapangan, calon siswa yang memenuhi kriteria akan dimintai persetujuan keluarga sebelum ditetapkan. Langkah ini dimaksudkan agar penerima manfaat telah melalui proses validasi dan persetujuan resmi.
Mensos juga menekankan pentingnya kejujuran data. Ia meminta masyarakat memberikan informasi yang akurat agar program dapat menyasar mereka yang benar-benar membutuhkan.
"Saya berharap kepada semua pihak untuk memberikan data secara jujur dan terbuka. Sehingga seluruh siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu dapat melanjutkan studi di sekolah yang telah disiapkan pemerintah yakni Sekolah Rakyat,"
Target penerimaan dan kesiapan fasilitas
Pemerintah menargetkan 36.000 siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027. Angka ini meningkat signifikan dari penerimaan tahun sebelumnya yang mencapai 15.000 siswa. Kenaikan kapasitas diperkirakan sejalan dengan penyelesaian pembangunan fisik Sekolah Rakyat di berbagai wilayah.
"Insya Allah tahun depan, jumlah ini tentu akan terus bertambah seiring dengan tuntasnya pembangunan fisik Sekolah Rakyat yang mampu menampung lebih banyak siswa,"
Tujuan program dan implikasi
Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif strategis Presiden untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi keluarga kurang mampu. Pemerintah menilai program ini penting untuk memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Keberhasilan program bergantung pada akurasi data dan koordinasi antarlembaga. Jika dijalankan konsisten, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi instrumen penting dalam mengurangi ketimpangan pendidikan di Indonesia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenperin Siapkan SDM Kelola Pusat Logistik Industri Bambu
Kemenperin menyiapkan SDM lewat AKB 2026 untuk mengelola Pusat Logistik Industri Bambu, memperkuat rantai pa...
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...
Muhaimin Dorong Perumahan Jadi Ekosistem Ekonomi
Menko Muhaimin mendorong perumahan dikembangkan jadi ekosistem ekonomi melalui 1001 Pasar Rakyat, membuka ak...
Menko Muhaimin Dorong '1001 Pasar Rakyat' untuk Perkuat UMKM
Menko Muhaimin dorong konsep 1001 Pasar Rakyat di Bekasi (4 Okt 2026) untuk memperkuat UMKM, koperasi, dan k...
Kemenko PM: Kolaborasi Kunci Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Kemenko PM: kolaborasi pemilik lahan, local champion, dan pemerintah jadi kunci pemberdayaan UMKM dan ekonom...
Zulhas: Pangkas Aturan, RI Berhenti Impor 7 Komoditas Pangan
Zulhas: pemangkasan aturan dorong RI hentikan impor tujuh komoditas, naikkan penyerapan pupuk dan surplus be...