Tangerang dan DIY Antisipasi Fluktuasi Harga Pangan
Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Pemda DIY memperketat pengawasan harga dan pasokan pangan pada awal Juni 2026. Langkah ini diambil setelah beberapa komoditas mengalami kenaikan harga akibat masalah pasokan, impor, distribusi, dan tekanan nilai tukar rupiah.
Pemantauan harga di Kabupaten Tangerang
Tim dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang melakukan pemantauan rutin di pasar-pasar. Hasil monitoring pada pekan pertama Juni menunjukkan kenaikan pada beberapa komoditas pokok.
"Memang ada beberapa terjadi kenaikan harga karena kita memang selalu monitoring memantau beberapa sampel pasar. Menjadi pasar yang dipantau oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, untuk minggu pertama ini memang terjadi kenaikan harga,"
Menurut catatan DPKP Kabupaten Tangerang, kenaikan dan penurunan pada pekan yang sama tercatat sebagai berikut.
Kenaikan harga (per kilogram/liter)
- Gula pasir: naik Rp250/kg
- Telur ayam ras: naik Rp250/kg
- Jagung (komoditas pakan): naik Rp500/kg
- Kedelai impor: naik Rp500/kg
- Minyak goreng: naik Rp500/liter
- Ubi jalar: naik Rp1.250/kg
Penurunan harga
- Beras premium: turun Rp250/kg
- Beras medium: turun Rp400/kg
- Daging ayam ras: turun Rp250/kg
- Tepung terigu: turun Rp500/kg
- Bawang merah: turun Rp1.950/kg
- Bawang putih: turun Rp1.250/kg
- Cabai rawit merah: turun Rp5.000/kg
- Cabai merah keriting: turun Rp6.250/kg
Kondisi dan langkah di Daerah Istimewa Yogyakarta
Disperindag DIY melaporkan pasokan pangan di wilayahnya masih aman meski ada kenaikan pada beberapa komoditas. Pemantauan dilakukan melalui enam pasar pantauan yang tersebar di lima kabupaten/kota.
"Untuk Cabai Rawit diawal Juni malah ada penurunan, jadi kemarin di data Pasar SP2KP kemarin kita minggu ke-4 Bulan Mei itu 75-an. Sekarang sudah turun Di 70 Cabai Rawit Merah,"
Peningkatan harga di Yogyakarta terutama terjadi pada bawang merah dan bawang putih, yang dipengaruhi oleh faktor impor dan distribusi. Untuk meredam gejolak, Pemda DIY menyalurkan bantuan kebutuhan pokok melalui operasi pasar.
- Distribusi operasi pasar: 54 ton sembako disalurkan sepanjang Mei 2026.
- Pemantauan: enam pasar pantauan di lima kabupaten/kota.
Upaya stabilisasi dan implikasi
Kedua wilayah memperkuat pengawasan stok dan harga serta menggelar operasi pasar dan program pangan murah untuk menjaga daya beli masyarakat. Pemantauan berkala ditujukan agar fluktuasi harga tidak berdampak panjang pada inflasi dan kemampuan warga memenuhi kebutuhan pokok.
Ke depan, pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan pasokan, koordinasi dengan distributor, dan langkah kebijakan jika tekanan impor atau gangguan distribusi berlanjut.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
15 Siswa Sekolah Rakyat Tampil di JFC 2026 dengan Karya Daur Ulang
15 siswa Sekolah Rakyat Jember tampil di JFC 2026 (24–26 Juli) memamerkan kostum daur ulang dan mengasah kre...
Uskup Asia Puji Masjid Istiqlal sebagai Simbol Persaudaraan
Kardinal dan uskup FABC menutup Sidang Pleno ke-12 dengan mengunjungi Masjid Istiqlal, simbol persaudaraan l...
Delegasi FABC Kagumi Masjid Istiqlal: Simbol Persaudaraan
Penutupan FABC ke-12 berakhir dengan kunjungan 154 delegasi ke Masjid Istiqlal, menegaskan persaudaraan dan...
Menlu Sugiono Dorong Revitalisasi ARF untuk Hadapi Tantangan Keamanan
Menlu Sugiono mendorong revitalisasi ARF agar lebih responsif terhadap tantangan keamanan kawasan dan menged...
MUI Dorong Zakat Jadi Pengurang Pajak Langsung
MUI mengusulkan zakat diakui sebagai tax credit (pengurang pajak langsung) untuk mencegah beban ganda dan me...
MenPPPA Apresiasi LEGO Playground 2026 di TMII
MenPPPA Arifah Fauzi apresiasi LEGO Playground 2026 di TMII; kegiatan dinilai mendukung hak anak dan perkemb...