Kemenbud Dukung Pemajuan Budaya Daerah, Fokus pada Banyumas
Kementerian Kebudayaan menyatakan komitmen mempercepat pemajuan kebudayaan daerah dengan mendukung pelestarian warisan dan promosi seni lokal. Pernyataan disampaikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada 8 Juni 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, saat berdiskusi dengan budayawan Banyumas.
Komitmen dan tujuan
Menteri Fadli menegaskan dukungan terhadap pelestarian kearifan lokal dan upaya memperkuat identitas budaya daerah. Tujuannya untuk menjaga keberlanjutan tradisi sekaligus meningkatkan daya saing budaya Indonesia di tingkat nasional dan internasional.
Kami terus mendukung pelestarian kearifan lokal Nusantara, termasuk budaya daerah Banyumas yang memiliki kekayaan tradisi dan potensi budaya yang sangat besar
Program strategis Kementerian
Salah satu program utama adalah transfer pengetahuan dari para maestro kepada generasi muda. Program ini dirancang agar keterampilan seni tradisional tidak punah dan dapat beradaptasi dengan kebutuhan zaman.
- Pelatihan langsung maestro ke generasi muda
- Dukungan penyelenggaraan festival dan pameran seni
- Promosi produk seni lokal melalui kanal nasional
Warisan budaya Banyumas
Fadli menilai Banyumas menonjol sebagai pusat tradisi dengan banyak ekspresi seni. Ia menyebut beberapa bentuk budaya khas yang terus hidup di masyarakat.
- Calung Banyumasan
- Ebeg Banyumasan
- Lengger
- Ronggeng, yang juga dikenal lewat karya sastra Ahmad Tohari
Ada banyak ekspresi budaya dari Banyumas, mulai dari calung Banyumasan, ebeg Banyumasan, lengger hingga ronggeng yang dikenal luas melalui karya sastra Ahmad Tohari
Film dan festival sebagai medium promosi
Delegasi Dewan Madani International Film Festival menilai film efektif memperkenalkan seni dan budaya Banyumas ke audiens lebih luas. Film adaptasi karya lokal telah membantu membawa nama daerah ke panggung nasional dan internasional.
Seniman Banyumas Irawan Karseno menambahkan bahwa festival film dan kegiatan budaya dapat mendorong berkembangnya sektor kreatif serta memberi dampak ekonomi bagi daerah melalui pariwisata budaya.
Dampak dan prospek ke depan
Dengan program kolaboratif antara pemerintah, budayawan, dan pelaku seni, diharapkan potensi budaya daerah dapat terus berkembang. Langkah ini juga bertujuan agar identitas budaya lokal berperan dalam pembangunan ekonomi kreatif.
Kementerian akan melanjutkan inisiatif pelatihan, pendanaan acara budaya, dan promosi lintas daerah untuk memastikan warisan budaya terjaga dan mendapat panggung lebih luas.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...
Muhaimin Dorong Perumahan Jadi Ekosistem Ekonomi
Menko Muhaimin mendorong perumahan dikembangkan jadi ekosistem ekonomi melalui 1001 Pasar Rakyat, membuka ak...
Menko Muhaimin Dorong '1001 Pasar Rakyat' untuk Perkuat UMKM
Menko Muhaimin dorong konsep 1001 Pasar Rakyat di Bekasi (4 Okt 2026) untuk memperkuat UMKM, koperasi, dan k...
Kemenko PM: Kolaborasi Kunci Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Kemenko PM: kolaborasi pemilik lahan, local champion, dan pemerintah jadi kunci pemberdayaan UMKM dan ekonom...
Zulhas: Pangkas Aturan, RI Berhenti Impor 7 Komoditas Pangan
Zulhas: pemangkasan aturan dorong RI hentikan impor tujuh komoditas, naikkan penyerapan pupuk dan surplus be...
Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Sejumlah Rumah Rusak
Gempa M 6,1 mengguncang Sumba Barat Daya pada 4 Okt 2026, merusak sejumlah rumah dan membuat warga batal ber...