Menteri PU Tinjau Sekolah Rakyat Semarang, Tegaskan Kehadiran Negara
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Semarang pada Sabtu, 18 Juli 2026. Kunjungan itu menegaskan program sebagai wujud kehadiran negara untuk anak keluarga prasejahtera dan upaya memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan berkualitas.
Kunjungan dan interaksi dengan siswa
Di lokasi di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Menteri Dody menyaksikan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Ia juga menandatangani permintaan tanda tangan siswa dan meninjau proses makan siang di kantin sekolah.
"Secara keseluruhan, dari Sabang sampai Merauke, mereka yang selama ini tidak pernah merasakan sekolah bisa disekolahkan di sini. Bahkan bukan cuma disekolahkan, tapi dimuliakan, diberi fasilitas yang megah, dikasih buku, seragam, makan, sampai tempat tidur di asrama,"
Fasilitas, kapasitas, dan penerimaan siswa
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 dibangun di atas lahan seluas 6,5 hektare. Kawasan ini dirancang untuk menampung hingga 1.080 siswa dengan konsep pendidikan terintegrasi. Tahun ini sekolah menerima 263 peserta didik baru dari tiga jenjang.
| Jenjang | Peserta Didik Baru |
|---|---|
| SD | 89 |
| SMP | 87 |
| SMA | 87 |
Fasilitas yang tersedia meliputi ruang kelas, laboratorium, asrama, masjid, gedung ibadah, dan sarana olahraga. Infrastruktur pendukung juga mencakup layanan air bersih serta sistem drainase berbasis kolam retensi.
Evaluasi operasional dan kebersihan
Selain pembangunan, Menteri Dody mengevaluasi aspek operasional dan pemeliharaan fasilitas. Ia meminta pengelola memperbaiki kebersihan dengan langkah praktis di area sanitasi.
"Secara kualitas bangunan lebih bagus, yang penting minta tolong pengelola untuk menyediakan bak sampah di kamar mandi. Karena tanpa bak sampah repot loh, anak-anak biasa buangnya sembarangan di kamar mandi, takutnya kebuntu drainasenya,"
Pasokan air dan koneksi drainase
Pasokan air bersih berasal dari jaringan PDAM Tirta Moedal Kota Semarang dengan kapasitas dua liter per detik. Optimalisasi koneksi saluran drainase ke sistem kota akan terus dikoordinasikan bersama pemerintah daerah untuk mencegah genangan dan menjaga kualitas lingkungan.
Sekolah Rakyat di Semarang menunjukkan model layanan pendidikan terpadu untuk kelompok prasejahtera, sekaligus menguji tata kelola operasional dan infrastruktur sebelum program diperluas ke daerah lain.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Azril: Kenaikan Wisman Belum Cerminkan Kualitas Pariwisata Nasional
Prof. Azril: kenaikan wisman pada 18 Juli 2026 belum mencerminkan kualitas pariwisata; perlu pengukuran ilmi...
USU Tangani Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa Secara Terbuka
USU menindak dugaan pelecehan seksual mahasiswa secara transparan; 10 mahasiswi melapor, terduga CHS belum m...
Brain Drain Ancaman Serius bagi Bonus Demografi Indonesia
Dian Azmawati peringatkan brain drain mengancam bonus demografi; hampir 8.000 WNI ajukan pelepasan kewargane...
Prabowo Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan untuk Hemat
Presiden Prabowo buka opsi pangkas anggaran pertahanan dan kepolisian untuk penghematan negara demi atasi ke...
Pengamat: Kekerasan Seksual di Pendidikan Jadi Ujian Pelaksanaan UU TPKS
Pengamat pendidikan menilai maraknya kekerasan seksual di kampus jadi ujian penerapan UU TPKS dan mendorong...
Prabowo: Pakar Ramal Indonesia Jadi Negara Keempat Terkaya pada 2045
Prabowo menyatakan pakar meramal Indonesia jadi negara keempat terkaya pada 2045 dan mendorong penguatan SDM...