Delapan Sekolah Rakyat Permanen Masuk Tahap Pembangunan Fisik
Kementerian Sosial memastikan delapan Sekolah Rakyat permanen akan segera memasuki tahap pembangunan fisik setelah delapan pemerintah daerah menyelesaikan penyediaan lahan. Pengumuman ini disampaikan oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf pada Kamis, 18 Juni 2026 di Jakarta, sebagai bagian dari percepatan akses pendidikan untuk keluarga miskin.
Lahan siap di delapan daerah
Kedelapan daerah yang telah menyediakan lahan adalah:
- Kabupaten Tanggamus
- Kabupaten Tangerang
- Kabupaten Toba
- Kabupaten Kudus
- Kabupaten Malaka
- Kabupaten Nias Selatan
- Kabupaten Kolaka Utara
- Kabupaten Mimika
Beberapa lokasi bahkan telah melalui pengukuran dan verifikasi kesiapan lahan, sehingga proses konstruksi bisa dimulai lebih cepat.
Skema pendanaan dan pelaksana
Menurut Mensos, program ini merupakan kolaborasi pusat-daerah: pemerintah daerah menyiapkan tanah, sedangkan pembangunan fisik dibiayai melalui APBN. Kepala sekolah juga diusulkan oleh kepala daerah setempat.
"Tanah disediakan oleh kabupaten atau kota maupun provinsi. Pembangunan dari APBN dan kepala sekolah diusulkan oleh kepala daerah, sehingga ini merupakan kerja bersama dari awal sampai pengawasan,"
— Saifullah Yusuf (Menteri Sosial)
Pernyataan kepala daerah
Bupati Tanggamus menegaskan kesiapan lahan di wilayahnya. Ia mengatakan pemerintah daerah juga menyiapkan lokasi untuk program pendidikan lainnya.
"Kami telah menyiapkan lahan permanen untuk Sekolah Rakyat bahkan juga untuk Sekolah Garuda. Secara prinsip lahan untuk Sekolah Rakyat sudah siap,"
— Bupati Tanggamus
Sementara itu, Bupati Mimika menyatakan lahan yang disiapkan memenuhi persyaratan teknis dan kini menunggu peninjauan pihak PUPR.
"Kami sudah menyiapkan kurang lebih delapan hektare lahan yang flat dan tidak ada persoalan. Saat ini kami menunggu pihak PU untuk melakukan peninjauan,"
— Bupati Mimika
Sasaran program dan mekanisme penerimaan
Mensos menegaskan Sekolah Rakyat adalah program afirmasi untuk keluarga miskin dan miskin ekstrem. Oleh karena itu, penerimaan peserta didik dilakukan melalui mekanisme penjangkauan, bukan pendaftaran terbuka.
"Program ini memang untuk mereka yang paling miskin. Presiden titip jangan ada KKN, suap menyuap, dan jangan sampai ada titipan,"
— Saifullah Yusuf
"Di Sekolah Rakyat tidak ada pendaftaran, yang ada adalah penjangkauan. Dijangkau dan ditetapkan oleh bupati atau wali kota, baru kita terima,"
— Saifullah Yusuf
Proyeksi dan pengawasan
Selain delapan lokasi baru, pembangunan fisik sebanyak 93 Sekolah Rakyat permanen di berbagai daerah juga terus berjalan. Pemerintah menekankan pentingnya transparansi dan ketepatan sasaran agar manfaat program sampai kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan.
Dengan lahan yang telah aman, tahap konstruksi diharapkan mempercepat akses pendidikan bagi anak-anak prasejahtera dan memperkuat jaringan layanan pendidikan di daerah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bendera Raksasa 10x5 m Dikibarkan di Muara Tujuh Sungai Subang
Bendera Merah Putih 10x5 meter dikibarkan di Muara Tujuh Sungai, Subang saat HUT RI ke-81 sambil mengkampany...
Menekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community di TIM
Menekraf Teuku Riefky Harsya apresiasi pameran SBY Art Community di TIM (18–30 Agustus 2026) sebagai ruang k...
Perlinsos Digital: Bakom Sebut Pendaftaran Bansos dari 200 Hari Jadi 5 Menit
Bakom: uji coba Perlinsos Digital mempercepat pendaftaran bansos dari 200 hari menjadi sekitar lima menit, d...
Wamentrans Viva Yoga Ajak Bantu Korban Gempa NTT saat HUT RI ke-81
Wamentrans Viva Yoga mengajak semua pihak bantu korban gempa NTT saat perayaan HUT RI ke-81 dan menekankan s...
Kemenko PMK Prioritaskan Pemulihan Pendidikan Pascagempa NTT
Kemenko PMK memprioritaskan pemulihan layanan pendidikan pascagempa NTT, memaksimalkan gudang di Labuan Bajo...
512 Sekolah Terdampak Gempa Flores, Pembelajaran Beralih Daring
Sebanyak 512 sekolah di Flores terdampak gempa 7,7 pada 19 Agustus 2026; pembelajaran beralih daring dan ten...