Kemendag Dorong Penguatan Perdagangan dan Investasi dengan Uzbekistan
Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong penguatan kerja sama perdagangan dan investasi dengan Uzbekistan saat pertemuan Joint Working Group (JWG) di Tashkent, Selasa, 16 Juni 2026. Langkah ini bertujuan memperkokoh rantai nilai dan memperluas akses pasar di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pertemuan JWG dan tujuan strategis
Pertemuan bilateral JWG menjadi forum tindak lanjut pembentukan kelompok kerja bersama antara Indonesia dan Uzbekistan. Roro menegaskan bahwa Uzbekistan dipandang sebagai mitra strategis utama yang dapat mendukung akses Indonesia ke kawasan Eurasia.
“Indonesia memandang Uzbekistan sebagai mitra strategis utama dan pusat ekonomi penting di kawasan Asia Tengah. Hubungan kedua negara sangat penting untuk lebih didalami agar menyeimbangkan arsitektur perdagangan dan menciptakan rantai nilai yang lebih tangguh,”
Perdagangan bilateral: data dan tren
Kemendag mengapresiasi kenaikan nilai perdagangan bilateral dalam beberapa tahun terakhir. Perdagangan kedua negara menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, baik dari sisi ekspor maupun impor.
| Tahun | Total Perdagangan (USD) | Ekspor Indonesia (USD) | Impor Indonesia (USD) |
|---|---|---|---|
| 2023 | >100.000.000 | — | — |
| 2025 | 181.400.000 | 72.600.000 | 108.800.000 |
Menurut data yang dikemukakan, total perdagangan mencapai USD181,4 juta pada 2025, naik hampir 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan tumbuh sekitar 49 persen dalam lima tahun terakhir.
Negosiasi IU-FTA sebagai penggerak kerja sama
Kedua negara membahas perkembangan negosiasi Indonesia-Uzbekistan Free Trade Agreement (IU-FTA). Peluncuran negosiasi resmi pada 2 Maret 2026 disebut sebagai tonggak penting untuk mempererat hubungan ekonomi.
“Sebagai langkah selanjutnya, Indonesia berharap dapat memulai diskusi tingkat teknis untuk menyelesaikan Kerangka Acuan sebelum mengadakan putaran negosiasi formal pertama. Untuk memfasilitasi proses ini, Indonesia siap memberikan draf awal Kerangka Acuan untuk negosiasi tersebut,”
Investasi, UKM, dan sektor prioritas
Selain perdagangan, Indonesia mendorong peningkatan kerja sama investasi. Roro menyatakan minat investor Uzbekistan terhadap Indonesia terus meningkat dan mengajak otoritas investasi untuk mempererat kolaborasi.
Beberapa sektor strategis yang diidentifikasi sebagai peluang kerja sama meliputi:
- Pertanian
- Pupuk
- Manufaktur
- Energi terbarukan
- Pariwisata
- Industri halal
- Ekonomi digital
Pemerintah juga menekankan pentingnya pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM), termasuk peningkatan kapasitas dan akses pasar bagi usaha milik perempuan.
Prospek ke depan
Forum JWG diharapkan menjadi wadah memperkuat kerja sama perdagangan barang, jasa, dan investasi. Indonesia siap memberi draf Kerangka Acuan untuk mempercepat diskusi teknis IU-FTA dan melanjutkan putaran negosiasi formal selanjutnya. Langkah-langkah ini bertujuan mengubah kerja sama pemerintah menjadi transaksi bisnis yang konkret.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pengguna Whoosh Hemat Rp1,5 Juta dengan FWC JaBan Gold
KCIC luncurkan FWC JaBan Gold: kartu langganan Rp2 juta untuk 10 perjalanan, hemat hingga Rp1,5 juta dibandi...
Menaker: Kesenjangan Kompetensi Lulusan Harus Segera Diatasi
Menaker Yassierli minta penguatan pendidikan STEM dan kolaborasi untuk atasi mismatch kompetensi lulusan den...
Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi USD145,3 Miliar Juli 2026
Cadangan devisa turun ke USD145,3 miliar per akhir Juli 2026 akibat penerbitan global bond dan intervensi st...
OJK: Efek Berbasis Keberlanjutan Rp85,15 T per Juni 2026
OJK mencatat efek berbasis keberlanjutan mencapai Rp85,15 triliun hingga Juni 2026; aset reksa dana ESG Rp8,...
Harga Emas Antam Terkoreksi Rp29.000 per Gram, Simak Daftarnya
Harga emas Antam turun Rp29.000 per gram pada Jumat, 7 Agustus 2026; 1 gram dihargai Rp2.650.000 dan buyback...
Manufaktur Lampaui Ekonomi, SBIN Percepat Industrialisasi
Industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32% pada Q2 2026 dan melampaui ekonomi nasional; Menperin: SBIN percep...