Hubungan Sosial Tingkatkan Kebahagiaan dan Kesehatan Mental
Hubungan sosial yang sehat berperan penting dalam meningkatkan kebahagiaan dan menjaga kesehatan mental, menurut Prof. Tjhin Wiguna, Psikiater Anak dan Remaja dari FKUI-RSCM. Dukungan keluarga dan hadirnya teman membantu mengurangi kesepian dan memperkuat rasa aman. Sebaliknya, isolasi sosial dapat meningkatkan stres dan risiko kecemasan. Komunikasi yang baik dan upaya memelihara relasi menjadi kunci untuk kesejahteraan emosional.
Manfaat hubungan sosial
Interaksi positif memberi manfaat langsung bagi kesejahteraan. Hubungan yang hangat dan suportif memperkuat stabilitas emosional dan memberi rasa aman. Selain itu, keberadaan teman dan keluarga mempermudah seseorang mendapat dukungan saat menghadapi tekanan hidup.
- Mengurangi rasa kesepian, yang berdampak pada kesehatan mental.
- Mengurangi stres melalui dukungan emosional dan praktis.
- Meningkatkan kebahagiaan melalui koneksi sosial yang bermakna.
Dampak isolasi sosial
Isolasi atau kurangnya interaksi sosial tidak hanya membuat seseorang merasa sendiri. Kondisi ini cenderung meningkatkan tingkat stres dan memperbesar risiko gangguan kecemasan. Oleh sebab itu, menjaga hubungan sosial menjadi bagian penting dari pencegahan masalah mental.
Peran keluarga dan teman
Prof. Tjhin menekankan bahwa dukungan sosial dari keluarga dan teman sangat berperan bagi kesehatan mental anak dan remaja. Kehadiran orang terdekat memberi rasa aman dan membantu individu menghadapi tantangan emosional. Dengan demikian, peran jaringan sosial tidak bisa diabaikan dalam menjaga kualitas hidup.
“Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan koneksi emosional,” kata Prof. Tjhin.
Cara memelihara hubungan sehat
Memelihara hubungan sehat membutuhkan komitmen dan komunikasi yang konsisten. Luangkan waktu untuk berkumpul, dengarkan dengan aktif, dan tunjukkan dukungan saat dibutuhkan. Selain itu, perbaiki komunikasi ketika terjadi konflik agar hubungan tetap kuat.
Secara keseluruhan, membangun dan memelihara relasi sosial yang sehat berkontribusi pada hidup yang lebih bahagia dan mental yang lebih stabil. Langkah konkret seperti meluangkan waktu bersama, menjaga komunikasi, dan saling mendukung sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas keluarga dan komunitas.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pengguna Whoosh Hemat Rp1,5 Juta dengan FWC JaBan Gold
KCIC luncurkan FWC JaBan Gold: kartu langganan Rp2 juta untuk 10 perjalanan, hemat hingga Rp1,5 juta dibandi...
Menaker: Kesenjangan Kompetensi Lulusan Harus Segera Diatasi
Menaker Yassierli minta penguatan pendidikan STEM dan kolaborasi untuk atasi mismatch kompetensi lulusan den...
Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi USD145,3 Miliar Juli 2026
Cadangan devisa turun ke USD145,3 miliar per akhir Juli 2026 akibat penerbitan global bond dan intervensi st...
OJK: Efek Berbasis Keberlanjutan Rp85,15 T per Juni 2026
OJK mencatat efek berbasis keberlanjutan mencapai Rp85,15 triliun hingga Juni 2026; aset reksa dana ESG Rp8,...
Harga Emas Antam Terkoreksi Rp29.000 per Gram, Simak Daftarnya
Harga emas Antam turun Rp29.000 per gram pada Jumat, 7 Agustus 2026; 1 gram dihargai Rp2.650.000 dan buyback...
Manufaktur Lampaui Ekonomi, SBIN Percepat Industrialisasi
Industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32% pada Q2 2026 dan melampaui ekonomi nasional; Menperin: SBIN percep...