Manufaktur Lampaui Ekonomi, SBIN Percepat Industrialisasi
Industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32% pada triwulan II 2026, sedikit melampaui pertumbuhan ekonomi nasional 5,29%. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan capaian ini menunjukkan implementasi Strategi Besar Industrialisasi Nasional (SBIN) berjalan pada jalur yang tepat. Pernyataan disampaikan dalam keterangan resmi, Jumat, 7 Agustus 2026.
Data dan indikator kinerja
Berdasarkan data yang dipaparkan kementerian, sektor manufaktur memberi kontribusi 18,50% terhadap Produk Domestik Bruto nasional. Sektor ini juga menjadi pendorong pertumbuhan terbesar dengan kontribusi 0,90% pada periode yang sama.
Aktivitas dunia usaha ikut menguat. Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Industri Manufaktur (IKBM) tercatat 52,31 dan berada pada fase ekspansi. Purchasing Managers' Index Manufaktur Indonesia juga berada di angka ekspansif, yakni 50,2 pada Juli 2026. Indeks Kepercayaan Industri mencapai 53,10.
| Indikator | Angka |
|---|---|
| Pertumbuhan industri pengolahan nonmigas (Q2 2026 YoY) | 5,32% |
| Pertumbuhan ekonomi nasional (Q2 2026 YoY) | 5,29% |
| Kontribusi industri pengolahan terhadap PDB | 18,50% |
| Kontribusi manufaktur terhadap pertumbuhan | 0,90% |
| IKBM | 52,31 |
| PMI Manufaktur (Juli 2026) | 50,2 |
| Indeks Kepercayaan Industri | 53,10 |
| Kenaikan impor barang konsumsi | 27,15% |
| Kontribusi net ekspor terhadap pertumbuhan | -0,78% |
| Tenaga kerja di industri pengolahan (Mei 2026) | 13,53% dari 148,19 juta pekerja |
Subsektor yang mendorong pertumbuhan
Menteri Agus merinci beberapa subsektor strategis yang menopang kinerja triwulan II 2026. Industri makanan dan minuman tumbuh 6,51% seiring permintaan domestik dan ekspor yang meningkat. Selanjutnya, sektor barang logam, komputer, elektronik, optik, dan peralatan listrik tumbuh 8,04% karena kenaikan permintaan komponen global.
Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional juga mencatat pertumbuhan 4,99%, didorong peningkatan kebutuhan domestik bahan kimia.
Tantangan impor dan kebijakan penguatan
Sisi permintaan domestik tetap kuat, tercermin dari kenaikan impor barang konsumsi 27,15%. Menperin menilai ini sebagai indikator daya beli masyarakat yang positif, tetapi juga mengindikasikan keterbatasan kapasitas penyediaan bahan baku dan komponen di dalam negeri.
"Pertumbuhan konsumsi masyarakat merupakan sinyal positif bagi dunia industri... namun kita juga harus menjadikan kenaikan impor barang konsumsi sebagai momentum mempercepat penguatan struktur industri nasional,"
Agus menekankan perlunya memperkuat kebijakan proteksi untuk industri penyedia bahan baku nasional, memperdalam struktur industri, dan mengurangi ketergantungan impor. Pemerintah juga berfokus memperbaiki daya saing melalui peningkatan produktivitas, hilirisasi, diversifikasi produk, dan perluasan pasar ekspor.
Dampak terhadap tenaga kerja dan prospek
Sektor industri pengolahan tetap menjadi penyerap tenaga kerja signifikan. Per Mei 2026, sektor ini menyerap 13,53% dari total pekerja nasional. Kinerja ekspansif indikator bisnis dan manufaktur memberi sinyal optimisme bagi produksi, investasi, dan permintaan produk ke depan.
Dengan kombinasi pertumbuhan subsektor strategis dan langkah penguatan struktur industri, pemerintah bertujuan menjaga momentum agar manufaktur terus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Grab Luncurkan Group Ride: Berbagi Ongkos hingga 50%
Grab meluncurkan fitur Group Ride sejak April 2026 untuk atur perjalanan bersama lewat satu pemesanan, denga...
Mobilitas Kereta Api Sumatra Capai 11,34 Juta Penumpang
KAI mencatat 11.342.350 pergerakan penumpang di Sumatra (Jan–Sep 2026), naik 12,02% dibandingkan 2025.
Kemenko Hilirisasi dan Energi Diharap Percepat Transisi Energi
Imaduddin Abdullah menilai pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Energi percepat transisi energi, hilirisasi, d...
Hilirisasi Nikel Dorong PNBP Capai Rp21 Triliun
Hilirisasi nikel mendorong ekspor USD6,54 miliar dan PNBP mencapai Rp21 triliun hingga 31 Agustus 2026, namu...
Harga Emas Pekan Depan Diprediksi Fluktuatif, Waspada Saat Beli
Harga emas dunia diperkirakan berfluktuasi tajam pekan depan karena pengaruh indeks dolar AS dan harga minya...
Indonesia Kuasai 0,9% Pasar Ekspor Bambu, Kemenperin Dorong Penguatan Hulu
Kemenperin sebut Indonesia kuasai 0,9% pasar ekspor bambu global; AKB 2026 digelar untuk perkuat pasokan dan...