Indonesia Susun Agenda Industri BRICS melalui PartNIR
Indonesia berperan aktif menyusun arah kerja sama industri BRICS saat mengikuti 4th BRICS PartNIR Advisory Group Meeting di New Delhi, India. Peran ini diwujudkan melalui kontribusi pada penyusunan Joint Declaration yang menjadi pijakan kolaborasi bidang inovasi industri, manufaktur hijau, dan penguatan rantai pasok. Pernyataan resmi disampaikan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada 7 Agustus 2026.
Poin utama dan status Joint Declaration
Forum PartNIR membahas kerangka kerja sama yang akan dirangkum dalam Joint Declaration. Dokumen tersebut kemudian diresmikan pada agenda Industry Ministers Meeting di Jaipur, India, pada 6 Juli 2026. Keikutsertaan Indonesia di seluruh rangkaian pertemuan menunjukkan komitmen untuk menyelaraskan kebijakan industri nasional dengan agenda BRICS.
Posisi Indonesia dan tujuan kolaborasi
Menteri Perindustrian menilai PartNIR sebagai platform strategis untuk menyelaraskan transformasi industri nasional dengan kapabilitas kolektif negara-negara BRICS. Menurutnya, kerja sama diperlukan untuk menghadapi tantangan bersama sekaligus memastikan bahwa perkembangan teknologi memberikan manfaat merata di antara anggota.
"Indonesia memandang PartNIR sebagai platform penting untuk menyelaraskan strategi industri nasional dengan kapabilitas kolektif negara-negara BRICS. Dengan menyatukan kekuatan dan berbagi strategi terbaik, kita dapat menjawab tantangan bersama serta memastikan kemajuan teknologi bermanfaat setara," ujar Agus dalam keterangannya, Jumat, 7 Agustus 2026.
Inisiatif transformasi industri Indonesia
Dalam pertemuan, Indonesia memaparkan sejumlah inisiatif transformasi industri yang sejalan dengan prioritas PartNIR. Fokus kebijakan diarahkan pada peningkatan daya saing dan adopsi teknologi.
- Penguatan IKM 4.0 dan digitalisasi sektor mikro, kecil, dan menengah
- Akselerasi ekosistem startup dan inovasi
- Transisi menuju industri hijau dan ramah lingkungan
- Penguatan SIINas berbasis data untuk kebijakan industri
Pemanfaatan pusat kompetensi BRICS
Indonesia juga memanfaatkan fasilitas yang dibangun dalam kerangka BRICS untuk memperkuat sumber daya manusia dan kemitraan teknologi. Dua lembaga yang disebutkan adalah:
- BRICS Centre for Industrial Competencies untuk pelatihan bersama dan peningkatan kompetensi SDM
- BRICS PartNIR Innovation Center untuk memperluas kemitraan teknologi dan pengembangan proyek inovasi antarnegara
Dampak di dalam negeri dan langkah ke depan
Direktur Jenderal KPAII, Tri Supondy, menyatakan keikutsertaan Indonesia memperluas jejaring kerja sama industri dan dapat mempercepat transformasi sektor manufaktur melalui kolaborasi lebih konkret.
"Ke depan, Indonesia ingin meningkatkan keterlibatan yang telah terjalin menjadi kolaborasi yang lebih konkret. Kolaborasi tersebut dilakukan melalui pelatihan bersama, pertukaran keahlian, serta kemitraan teknologi yang bermanfaat bagi seluruh negara anggota BRICS," ujar Tri.
Pernyataan Tri menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperluas kerja sama internasional dalam pengembangan kompetensi, inovasi teknologi, dan transformasi industri guna mendukung daya saing manufaktur di pasar global.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Kemendag Perluas Akses Pasar Arab Saudi lewat Promosi Dagang
Kemendag tingkatkan business matching, pitching, dan buying mission untuk memperluas akses produk nonmigas I...
Kepastian Produksi dan Dividen Perkuat Kedaulatan Ekonomi
Kepastian produksi tambang dan kebijakan konsisten penting untuk mempertahankan kontribusi dividen, pajak, d...
Akhir Pekan, Rupiah Menguat ke Rp17.897 per Dolar
Rupiah menguat 0,15% ke Rp17.897 per dolar AS pada 7 Agustus 2026, dipengaruhi sentimen geopolitik dan prosp...
IHSG Menguat 0,71% ke 6.388,48 pada Sesi I
IHSG menguat 0,71% ke level 6.388,48 pada sesi I (7/8/2026), dipengaruhi sentimen geopolitik, minyak, dan da...
IHSG Dibuka Menguat 0,14% ke Level 6.352 pada 7 Agustus 2026
IHSG dibuka menguat 0,14% ke level 6.352,37 pada 7 Agustus 2026; transaksi aktif meski analis prediksi pelem...
APMF 2026 Dorong Kolaborasi Jangka Panjang Hadapi Perubahan Pemasaran
APMF 2026 di Bali mendorong pergeseran ke kolaborasi berkelanjutan lewat tema "Blueprint the Beyond" untuk m...