Paparan Layar Berlebih Ganggu Kesehatan Mata, Terapkan 20-20-20
Paparan layar berlebih dari ponsel, tablet, laptop, dan komputer dapat mengganggu kesehatan mata, menyebabkan kelelahan, mata kering, dan penglihatan kabur.
Menurut dokter spesialis mata dr. Johan Hutauruk, kebiasaan menatap layar lama tanpa jeda meningkatkan risiko digital eye strain pada semua kelompok usia.
Dampak langsung pada mata
Paparan layar selama berjam-jam memaksa mata bekerja lebih keras untuk mempertahankan fokus. Akibatnya banyak orang merasakan mata lelah, perih, dan tidak nyaman setelah aktivitas digital panjang.
Frekuensi berkedip menurun saat fokus pada layar, sehingga muncul gejala mata kering. Selain itu beberapa orang melaporkan penglihatan kabur, sakit kepala, dan ketegangan pada leher serta bahu.
Metode 20-20-20 untuk mengurangi ketegangan
Untuk mengurangi beban kerja mata, dr. Johan menyarankan menerapkan aturan sederhana yang dikenal sebagai metode 20-20-20. Metode ini mudah dipraktikkan di kantor maupun rumah.
"Setiap 20 menit, alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki selama 20 detik," kata dr. Johan Hutauruk.
Menurut dr. Johan, langkah ini membantu otot mata rileks dan mengurangi ketegangan pada penglihatan saat penggunaan gawai berkepanjangan.
Tips praktis menjaga kesehatan mata
Selain jeda berkala, beberapa kebiasaan sederhana dapat meringankan gejala dan mencegah masalah jangka panjang. Berikut langkah yang bisa dilakukan:
- Batasi durasi layar di luar jam kerja atau belajar.
- Atur tingkat kecerahan layar agar sesuai dengan pencahayaan ruangan.
- Pastikan pencahayaan ruangan tidak terlalu gelap atau terlalu terang.
- Lakukan peregangan leher dan bahu secara berkala untuk mengurangi ketegangan otot.
Implikasi dan langkah ke depan
Masalah akibat paparan layar kini banyak ditemui pada anak-anak hingga pekerja kantor. Pencegahan sejak dini diperlukan untuk menjaga fungsi penglihatan jangka panjang.
Dengan menerapkan aturan 20-20-20, mengatur waktu layar, dan memperbaiki pencahayaan, risiko kelelahan mata digital dapat berkurang secara signifikan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenkes-BGN Perkuat Program MBG Bersama Pakar Gizi
Kemenkes dan BGN kumpulkan pakar gizi pada 5 Agustus 2026 untuk menyempurnakan Program MBG: porsi, sanitasi,...
Wamenkes: 650 Ribu Anak Zero-Dose Vaksin per Tahun, Ini Penyebabnya
Wamenkes Dante ungkap sekitar 650 ribu anak tiap tahun berstatus zero-dose; kendala geografis dan hoaks jadi...
Wamenkes: Cek Kesehatan Gratis Kunci Hadapi Obesitas dan NCD
Wamenkes ajak masyarakat rutin manfaatkan Cek Kesehatan Gratis untuk deteksi dini obesitas dan penyakit tida...
Wamenkes Ajak Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis untuk Deteksi Diabetes
Wamenkes Dante Saksono mendorong masyarakat memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis untuk mendeteksi diabe...
Kemenkes Perkuat Deteksi Dini untuk Cegah 'Silent Killer'
Kemenkes perkuat deteksi dini untuk cegah penyakit degeneratif yang berperan sebagai 'silent killer', kata W...
Komisi IX: 6.000 Bayi Meninggal karena Jantung Bawaan
Komisi IX soroti 6.000 kematian bayi per tahun akibat penyakit jantung bawaan; dorong pemerataan layanan, pe...