Konsumsi Sayur dan Buah Tingkatkan Imunitas, Kata Ahli
Ahli gizi Prof. Hardinsyah dari Institut Pertanian Bogor menegaskan bahwa konsumsi sayur dan buah setiap hari efektif meningkatkan daya tahan tubuh dan menurunkan risiko penyakit tidak menular. Pernyataan ini menegaskan pentingnya menerapkan pola makan seimbang dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga fungsi organ dan metabolisme.
Nutrisi utama dalam sayur dan buah
Sayur dan buah kaya akan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh, antara lain vitamin A, vitamin C, kalium, dan folat. Nutrisi-nutrisi ini berperan langsung dalam proses biologis penting, termasuk produksi sel darah, pemeliharaan jaringan, dan regulasi tekanan darah.
Serat untuk kesehatan pencernaan
Selain vitamin, kedua kelompok makanan ini menjadi sumber serat yang baik. Asupan serat cukup membantu melancarkan pencernaan, menjaga kesehatan usus, dan mendukung keseimbangan mikrobiota di saluran cerna.
Antioksidan lindungi sel tubuh
Sayur dan buah juga mengandung berbagai antioksidan yang menangkal radikal bebas. Kandungan antioksidan membantu mengurangi risiko kerusakan sel yang dapat memicu penuaan dini dan penyakit kronis.
Dukungan untuk sistem imun dan pencegahan penyakit
Kebiasaan makan sayur dan buah secara rutin berkontribusi memperkuat sistem imun. Dengan imunitas yang baik, risiko terkena infeksi, peradangan, maupun penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, diabetes, dan hipertensi dapat menurun.
Saran ahli: praktik sederhana yang efektif
"Setengah piring makan sebaiknya diisi buah dan sayuran,"
Prof. Hardinsyah menilai kebiasaan sederhana tersebut membantu masyarakat memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Ia juga menekankan pentingnya variasi warna pada sayur dan buah agar tubuh mendapat spektrum nutrisi lebih lengkap.
Praktik harian yang mudah diterapkan meliputi:
- Isi setengah piring dengan sayur dan buah pada setiap kali makan.
- Pilih aneka warna buah dan sayur untuk variasi nutrisi.
- Tambahkan buah sebagai camilan sehat menggantikan makanan olahan.
- Masak sayuran sebentar agar nutrisinya tetap terjaga.
Kebiasaan kecil yang dilakukan konsisten memberikan dampak besar bagi kesehatan jangka panjang. Dengan menjadikan sayur dan buah bagian utama menu harian, tubuh cenderung lebih bugar, terlindungi, dan siap menghadapi berbagai risiko penyakit.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wamenkes: 650 Ribu Anak Zero-Dose Vaksin per Tahun, Ini Penyebabnya
Wamenkes Dante ungkap sekitar 650 ribu anak tiap tahun berstatus zero-dose; kendala geografis dan hoaks jadi...
Wamenkes: Cek Kesehatan Gratis Kunci Hadapi Obesitas dan NCD
Wamenkes ajak masyarakat rutin manfaatkan Cek Kesehatan Gratis untuk deteksi dini obesitas dan penyakit tida...
Wamenkes Ajak Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis untuk Deteksi Diabetes
Wamenkes Dante Saksono mendorong masyarakat memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis untuk mendeteksi diabe...
Kemenkes Perkuat Deteksi Dini untuk Cegah 'Silent Killer'
Kemenkes perkuat deteksi dini untuk cegah penyakit degeneratif yang berperan sebagai 'silent killer', kata W...
Komisi IX: 6.000 Bayi Meninggal karena Jantung Bawaan
Komisi IX soroti 6.000 kematian bayi per tahun akibat penyakit jantung bawaan; dorong pemerataan layanan, pe...
Menkes Akui CKG Belum Penuhi Ekspektasi, Fokus Perbaikan Layanan
Menkes mengakui CKG belum memenuhi ekspektasi; pemerintah akan menyederhanakan paket pemeriksaan dan memperk...