Dedi Mulyadi Serahkan Rp250 Juta dalam Bentuk Deposito untuk Korban
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyerahkan hadiah sayembara sebesar Rp250 juta kepada keluarga korban penganiayaan, YTR (29). Pengumuman penyerahan disampaikan setelah pelaku ditangkap oleh tim gabungan Polda Jawa Barat, sehingga sayembara resmi berakhir. Penyerahan berbentuk sertifikat deposito dan dijadwalkan pada 1 Juli 2026 bertepatan Hari Bhayangkara.
Penangkapan dan penutupan sayembara
Gubernur menyatakan pelaku telah diamankan melalui operasi gabungan aparat kepolisian. Karena itu, sayembara yang menjanjikan hadiah kepada penemu pelaku dinyatakan selesai sesuai ketentuan yang berlaku. Penangkapan menutup proses pencarian yang dilakukan secara intensif bersama pihak kepolisian.
"Kami sampaikan bahwa sayembara siapa yang menemukan pelaku kebiadaban terhadap yaitu korban Taufik Hidayat akan diberikan uang Rp250 juta. Sayembara itu sudah berakhir dan pelaku kejahatan tersebut ditangkap oleh Polda Jabar,"
Bentuk penyerahan: uang dalam bentuk deposito
Dedi menjelaskan dana Rp250 juta akan diserahkan kepada keluarga korban dalam bentuk sertifikat deposito setelah koordinasi dengan Kapolda Jawa Barat. Pilihan deposito diambil karena pelaku ditangkap oleh aparat, bukan oleh peserta sayembara secara langsung.
"Selanjutnya saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar, dan Kapolda menyarankan dana Rp250 juta itu diserahkan pada keluarga korban. Dan saya menyerahkannya dan dibuatkan sertifikat deposito senilai Rp250 juta,"
Waktu penyerahan dan makna momentum
Penyerahan sertifikat deposito akan dilaksanakan pada 1 Juli 2026. Pemerintah memilih tanggal itu karena bertepatan peringatan nasional Hari Bhayangkara, sekaligus sebagai bentuk penghargaan dan dukungan kepada keluarga korban atas peristiwa yang dialami.
"Selanjutnya pada tanggal 1 Juli 2026. Bersamaan dengan Hari Bhayangkara kami akan menyerahkan sertifikat deposito Bank Jabar senilai Rp250 juta," ujar Dedi.
Respons pihak terkait
Mantan atasan pelaku, Dadang Ahyar Ismail, memberi pandangan berbeda. Ia berharap dana sayembara benar-benar disalurkan sepenuhnya kepada korban yang dinilai lebih membutuhkan bantuan.
"Apabila hadiah sayembara tersebut benar diberikan, saya berharap dana itu disalurkan kepada korban sepenuhnya. Menurut saya, korban lebih membutuhkan bantuan dibandingkan pihak lain yang terlibat dalam proses tersebut,"
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian atas kerja keras dalam penyelidikan. Ia berharap peristiwa serupa tidak terulang dan keamanan masyarakat tetap terjaga.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemdiktisaintek Minta Fleksibilitas Akademik untuk Mahasiswa NTT
Kemdiktisaintek mengimbau perguruan tinggi di NTT menerapkan fleksibilitas akademik pascagempa 7,7 untuk men...
Ateng Sutisna Dorong Penguatan Tata Kelola Energi dan SDA
Ateng Sutisna mendorong penguatan tata kelola energi dan SDA setelah pidato Presiden, menyoroti B50, bursa k...
DPR Percepat Penanganan Bencana di NTT
DPR bersama pemerintah mempercepat penanganan bencana di NTT, dengan kunjungan lapangan, penugasan anggota D...
BNPB Imbau Warga NTT Waspada Gempa Susulan
BNPB mengimbau warga terdampak gempa NTT waspada gempa susulan; BMKG catat 2.119 gempa susulan hingga 18 Agu...
BNPB Gelar Trauma Healing dan Perpustakaan Keliling untuk Pengungsi Sikka
BNPB menyediakan trauma healing dan perpustakaan keliling di GOR Samador, Sikka, untuk mendukung pemulihan p...
Indonesia Rawan Gempa dan Tsunami: Langkah Antisipasi Penting
Indonesia rawan gempa dan tsunami; warga diminta siaga dengan tas darurat, amankan perabot, dan pahami jalur...