Satpol PP Aceh Amankan Selebgram Aceh Besar Usai Siaran Langsung
BANDA ACEH — Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh mengamankan seorang pemilik akun TikTok yang dikenal sebagai selebgram Aceh Besar pada Rabu, 15 Juli 2026 sekitar pukul 20.30 WIB. Penindakan dilakukan menyusul laporan masyarakat atas dugaan pelanggaran syariat Islam terkait konten siaran langsung yang diduga memperlihatkan alat kelamin.
Penangkapan dan kronologi
Menurut Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Satpol PP dan WH Aceh, Marzuki S.Ag MH, penindakan berawal dari laporan yang disampaikan oleh LSM GMBI Aceh. Tim melakukan pemantauan terhadap aktivitas terlapor di media sosial sebelum bergerak ke lapangan.
“Pelaku diamankan pada Rabu, 15 Juli 2026 sekitar pukul 20.30 WIB setelah petugas melakukan pemantauan terhadap aktivitas yang bersangkutan,” kata Marzuki.
Informasi awal menyebutkan tersangka sempat melakukan siaran langsung dari sebuah warung kopi di kawasan Lampeudaya, Kabupaten Aceh Besar. Petugas sempat mendatangi lokasi, namun yang bersangkutan telah meninggalkan tempat. Setelah penelusuran lanjutan, terlapor ditemukan saat melintas menggunakan sepeda motor menjelang waktu Salat Magrib dan kemudian diamankan.
Proses pemeriksaan dan penanganan
Setelah diamankan, terlapor dibawa ke Kantor Satpol PP dan WH Aceh untuk pemeriksaan lebih lanjut. Marzuki menyampaikan ada upaya perlawanan saat proses penangkapan, namun situasi berhasil dikendalikan dengan bantuan masyarakat di sekitar lokasi.
Penyidik akan memeriksa sejumlah pihak yang diduga mengetahui atau terlibat dalam siaran langsung tersebut sebagai bagian dari proses penyelidikan. Selain itu, pemeriksaan kondisi kejiwaan terlapor juga dijadwalkan untuk melengkapi penanganan perkara sesuai ketentuan yang berlaku.
Koordinasi aparat dan respons LSM
Marzuki mengungkapkan bahwa Satpol PP dan WH Aceh terus berkoordinasi dengan Direktorat Siber Polda Aceh dalam memantau aktivitas di media sosial yang diduga melanggar Qanun Syariat Islam. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat deteksi dan penindakan terhadap konten berpotensi melanggar aturan daerah.
"Kami mengapresiasi respons cepat Satpol PP dan WH Aceh dalam menindaklanjuti laporan masyarakat. Kami berharap penanganan perkara ini dilakukan secara profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," ujar Sekretaris LSM GMBI Aceh, Ikramullah.
Implikasi dan tindak lanjut
Kasus ini mempertegas upaya penegakan aturan syariat di ranah daring dan pentingnya pengawasan terhadap aktivitas media sosial. Proses pemeriksaan terhadap terlapor masih berlangsung di Kantor Satpol PP dan WH Aceh, sementara penyidik melengkapi berkas penyelidikan sesuai prosedur.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Minyak Nilam Masuk SRG, Aceh Percepat Hilirisasi dan Stabilkan Harga
Kepmendag Nomor 2055/2026 menetapkan minyak nilam masuk SRG; Aceh percepat hilirisasi dan siapkan peluncuran...
Maulid Akbar Kuta Malaka: Santuni 70 Yatim, 2.000 Jamaah
Maulid Akbar di Masjid Samahani, Kuta Malaka, 8 November, memberi santunan kepada 70 anak yatim dan diperkir...
Wakil Ketua DPRD Kritik Camat-Lurah Absen di Sosper Medan
Wakil Ketua DPRD Medan Zulkarnaen kecewa Camat Medan Timur dan Lurah Pulo Brayan Bengkel absen saat Sosper (...
Polres Sibolga Catat 502 Pelanggaran dalam Operasi Patuh Toba 2026
Polres Sibolga menertibkan 502 pelanggar dalam Operasi Patuh Toba 2026, dengan 500 teguran dan dua tilang ma...
Warga Tolak Penggabungan SD Negeri 101832 di Pancurbatu
Komite dan orang tua SDN 101832 Pancurbatu menolak penggabungan ke SDN 106820; minta keputusan Dinas Pendidi...
Rico Waas Tampung Aspirasi Warga Tegal Sari III: Drainase & Keamanan
Wali Kota Medan Rico Waas memimpin gotong royong dan Sapa Warga di Tegal Sari III untuk menindaklanjuti kelu...