Lokal

PMDG Kampus 8 Tutup Sementara Kegiatan Bahasa Jelang Ujian

Bagikan:
Santri PMDG Kampus 8 berkumpul saat penutupan kegiatan kebahasaan di depan Gedung Saudi, Seulimum, Aceh Besar

Aceh Besar — Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 8 menutup sementara kegiatan ekstrakurikuler kebahasaan pada Jumat, 17 Juli, di depan Gedung Saudi PMDG, Seulimum, Aceh Besar. Penutupan dilakukan untuk memberi ruang persiapan akademik menjelang ujian semester, namun penggunaan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari tetap diwajibkan.

Penutupan sementara dan alasan

Pimpinan PMDG Kampus 8, Ustaz Fauzul Halim, M.Pd, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan memastikan kesiapan akademik para santri. Meski kegiatan formal dihentikan sementara, praktik penggunaan bahasa resmi pesantren tetap dilanjutkan.

"Yang ditutup hanyalah kegiatannya saja, tetapi berbahasa resmi tetap wajib digunakan,"

Menurut Ustaz Fauzul, Bahasa Arab merupakan bahasa akhirat bagi para santri, sedangkan Bahasa Inggris penting sebagai bahasa dunia. Keduanya dianggap kunci keberhasilan santri di masa depan.

Peserta dan rangkaian acara

Kegiatan penutupan tersebut dihadiri seluruh santri, para guru, serta Direktur Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI), Ustad Ahmad Nursidi, S.Pd. Acara diselenggarakan secara singkat namun terstruktur untuk memudahkan transisi menuju masa ujian.

  1. Pembukaan dan sambutan dari pimpinan pesantren.
  2. Penyampaian pesan dan nasihat oleh Ustaz Fauzul Halim.
  3. Pembacaan doa oleh Ustaz Ahmad Nursidi.
  4. Sesi foto bersama seluruh peserta dan para guru.

Pesan pimpinan dan makna penggunaan bahasa

Ketua Tim Humas PMDG Kampus 8, Ustaz M. Khairil Ali Syabhan Widad, menegaskan bahwa kebijakan penutupan adalah langkah sementara untuk mendukung fokus akademik. Ia juga menekankan pentingnya mempertahankan penggunaan bahasa resmi sebagai bagian identitas pesantren.

"Bahasa merupakan mahkota pondok dan mahkota tidak boleh telepas. Yang ditutup hanya kegiatannya saja, melihat pentingnya kesiapan akademik para santri, tetapi penggunaan bahasa resmi sehari-hari harus tetap berjalan,"

Sesi penutupan diakhiri dengan foto bersama yang melibatkan seluruh santri dan tenaga pendidik. Ketua Tim Multimedia menyebut kegiatan dokumentasi ini sebagai penutup resmi rangkaian acara.

Penutupan sementara ekstrakurikuler kebahasaan di PMDG Kampus 8 mencerminkan upaya menyeimbangkan aspek akademik dan pembentukan karakter lewat penguasaan bahasa. Ke depan, kegiatan kebahasaan diharapkan kembali berjalan normal setelah periode ujian selesai.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait