Lokal

Tabrakan Beruntun di Medan–Berastagi, 6 Kendaraan; Korban Dirawat di RSUP Adam Malik

Bagikan:
Jalan Medan–Berastagi lokasi tabrakan beruntun di Sibolangit

SIBOLANGIT — Sebuah tabrakan beruntun terjadi di Jalan Medan–Berastagi, Desa Suka Makmur, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang pada Jumat (17/7) sekitar pukul 09.45 WIB. Peristiwa itu melibatkan enam kendaraan dan menimbulkan beberapa korban yang kini sedang didata dan dirawat di rumah sakit.

Kondisi di lokasi dan penanganan awal

AKBP Widodo, Kasat Lantas Polrestabes Medan, mengatakan personel dari Satlantas Polrestabes Medan dan Polsek Pancurbatu telah tiba di lokasi untuk olah tempat kejadian perkara dan evakuasi. Petugas masih menghimpun data jumlah korban jiwa dan kerusakan kendaraan.

“Personel dari Satlantas Polrestabes Medan dan Polsek Pancurbatu sudah di TKP. Untuk korban jiwa dalam musibah kecelakaan itu masih didata.”

Korban dirawat di RSUP H. Adam Malik

RSUP H. Adam Malik Medan menerima sejumlah korban kecelakaan tersebut. Menurut pihak rumah sakit, enam pasien saat ini menjalani perawatan. Rinciannya adalah empat perempuan dan dua laki-laki.

  • Jumlah pasien dirawat: 6 orang
  • Komposisi: 4 perempuan, 2 laki-laki
  • Satu pasien anak mengalami pendarahan hebat di kepala dan dalam kondisi tidak sadar, mendapatkan perawatan intensif

Pihak rumah sakit menegaskan tim medis terus memantau kondisi pasien yang kritis dan memberikan penanganan prioritas untuk kasus kepala berat.

Temuan terpisah: izin lingkungan restoran di Medan

Sementara itu, rapat dengar pendapat Komisi D DPRD Sumatera Utara dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan dan Provinsi pada hari yang sama memunculkan temuan serius. Tujuh rumah makan besar di Kota Medan dan sekitarnya diduga beroperasi tanpa memenuhi persyaratan pengelolaan limbah yang diatur.

Hasil RDP menyebutkan tidak satu pun dari tujuh restoran itu memiliki dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL). Mereka hanya mengandalkan Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan Lingkungan (SPPL), yang dinilai tidak cukup oleh DPRD dan DLH.

Implikasi dan langkah selanjutnya

Kasus kecelakaan di Sibolangit masih dalam penyelidikan kepolisian untuk mengetahui penyebab pasti dan apakah ada faktor kelalaian atau teknis. Tim medis akan terus merawat korban yang kritis.

Sementara untuk temuan izin lingkungan, DPRD meminta DLH menindaklanjuti dengan audit dan evaluasi penerapan pengelolaan limbah di restoran tersebut. Pemantauan lanjutan diperlukan untuk mencegah dampak kesehatan dan lingkungan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait