Menteri PU Bentuk Satgas Hadapi El Nino 2026
Kementerian Pekerjaan Umum membentuk satgas khusus untuk mengantisipasi potensi musim kering ekstrem akibat El Nino 2026-2027. Pengumuman itu disampaikan Menteri PU Dody Hanggodo pada Jumat, 19 Juni 2026, di Auditorium Kementerian PU, Jakarta Selatan. Satgas akan mengoordinasikan langkah mitigasi untuk menjaga pasokan air dan ketahanan pangan.
Tujuan pembentukan satgas
Satgas dirancang untuk menyinergikan berbagai unit kerja di lingkungan kementerian. Tujuan utamanya adalah mencegah gangguan pasokan air baku, mendukung irigasi pertanian, dan menjaga cadangan bendungan. Pembentukan ini merupakan respons awal pemerintah terhadap prakiraan musim kering yang lebih panjang.
"Khusus masalah El Nino, saya akan membentuk satgas khusus untuk menghadapi El Nino 2026-2027,"
Langkah teknis yang sudah dijalankan
Kementerian PU telah memulai sejumlah tindakan sejak awal tahun. Salah satunya adalah program pengeboran air tanah dalam di daerah yang rawan kekeringan. Tujuan pengeboran adalah menambah sumber air baku lokal yang dapat diandalkan saat musim kemarau.
Daerah prioritas meliputi:
- Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
- Beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT)
Peningkatan jaringan irigasi
Selain menambah sumber air, Kementerian juga mendorong pembangunan jaringan irigasi tersier hingga ke areal pertanian terkecil. Jaringan ini penting untuk meningkatkan efisiensi distribusi air dan memastikan air sampai ke sawah serta kebun petani.
"Saya minta selain melakukan pengeboran air dalam, khusus untuk air yang diperuntukkan bagi irigasi sawah maupun kebun. Wajib juga dibuat jaringan irigasi tersier,"
Optimalisasi bendungan sebagai cadangan
Pengelolaan bendungan difokuskan agar berfungsi sebagai cadangan air selama musim kering. Kementerian menekankan pengelolaan sumber daya air yang terintegrasi antara pengaturan debit, penyimpanan, dan distribusi.
"Kami telah melakukan berbagai langkah mitigasi melalui pengelolaan sumber daya air yang terintegrasi di wilayah-wilayah yang memiliki bendungan utama. Bendungan akan dioptimalkan sebagai cadangan air menghadapi musim kering,"
Implikasi dan langkah ke depan
Pembentukan satgas diharapkan mempercepat koordinasi lintas direktorat dan memperjelas skenario respons di lapangan. Ke depan, kementerian akan memantau kondisi hidrometeorologi dan menyesuaikan prioritas proyek berdasarkan data. Pendekatan terintegrasi ini menjadi kunci memperkuat ketahanan air dan pangan menghadapi El Nino 2026-2027.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemdiktisaintek Minta Fleksibilitas Akademik untuk Mahasiswa NTT
Kemdiktisaintek mengimbau perguruan tinggi di NTT menerapkan fleksibilitas akademik pascagempa 7,7 untuk men...
Ateng Sutisna Dorong Penguatan Tata Kelola Energi dan SDA
Ateng Sutisna mendorong penguatan tata kelola energi dan SDA setelah pidato Presiden, menyoroti B50, bursa k...
DPR Percepat Penanganan Bencana di NTT
DPR bersama pemerintah mempercepat penanganan bencana di NTT, dengan kunjungan lapangan, penugasan anggota D...
BNPB Imbau Warga NTT Waspada Gempa Susulan
BNPB mengimbau warga terdampak gempa NTT waspada gempa susulan; BMKG catat 2.119 gempa susulan hingga 18 Agu...
BNPB Gelar Trauma Healing dan Perpustakaan Keliling untuk Pengungsi Sikka
BNPB menyediakan trauma healing dan perpustakaan keliling di GOR Samador, Sikka, untuk mendukung pemulihan p...
Indonesia Rawan Gempa dan Tsunami: Langkah Antisipasi Penting
Indonesia rawan gempa dan tsunami; warga diminta siaga dengan tas darurat, amankan perabot, dan pahami jalur...