Lokal

Sarune Children Choir Wakili Humbahas di SICC 2026 Samosir

Bagikan:
Anggota Sarune Children Choir berlatih persiapan SICC 2026 di Aula

Sarune Children Choir dari Sar'Une Art akan berlaga pada Samosir International Choir Competition (SICC) dalam rangka Toba Caldera Culture Festival (TCCF) pada 24-27 September 2026 di Samosir. Grup paduan suara anak beranggotakan 45 orang ini tampil di kategori competition choir dan resmi membawa nama Kabupaten Humbang Hasundutan.

Repertoar dan persiapan

Dalam kompetisi, Sarune Children Choir akan menampilkan lagu-lagu budaya Batak yang diaransemen serta sebuah karya perpaduan suara bertema suara alam dari Filipina. Persiapan difokuskan pada teknik vokal dan kesiapan mental peserta.

Untuk performance, tentu kita sudah siap. Kesiapan kita matangkan lewat latihan vokal. Sementara kesiapan mental kita asah lewat pertunjukan dalam berbagai event daerah dan evangelisasi koor lintas gereja agar peserta tetap tampil percaya diri,

kata Naomi Lumban Gaol, conductor Sarune Children Choir.

Target dan tantangan di panggung internasional

Owner Sar'Une Art, Martahan Sitohang, menyebut partisipasi di SICC merupakan tantangan besar sekaligus impian untuk tampil di panggung internasional. Mereka optimistis bisa meraih nominasi, namun juga memandang ajang ini sebagai batu loncatan jika hasilnya belum sesuai ekspektasi.

Kami optimis meraih nominasi. Namun jikapun di luar ekspektasi, event ini akan kita jadikan tahap awal untuk lebih baik di panggung internasional pertunjukan seni budaya,

ujar Martahan Sitohang.

Dana dan penggalangan

Untuk biaya operasional dan akomodasi, panitia memperkirakan kebutuhan sekitar Rp 120 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk operasional, perlengkapan administrasi, dan penginapan peserta.

Untuk menutup kebutuhan, Sar'Une Art menggelar konser bertajuk Consert Special Invitation pada 13 September di Aula Hutamas. Dari konser dan donasi awal, mereka berhasil mengumpulkan sekitar Rp 40 juta lebih.

  • Donasi terbesar berasal dari pembina Sar'Une Art berupa Rp 20 juta.
  • Sumbangan juga datang dari pemerhati, penasehat, keluarga peserta, dan simpatisan.
  • Pemerintah kabupaten memfasilitasi tempat konser sebagai bentuk dukungan moril.

Dukungan dan apresiasi kita masih terbuka. Dukungan tersebut kita harapkan dapat menambah semangat dan menjadi energi positif bagi peserta untuk performance yang lebih baik,

Makna budaya dan harapan ke depan

Salah satu pendiri Sar'Une Art, Valerius Sondi Silalahi, menegaskan bahwa partisipasi di SICC 2026 adalah komitmen untuk menjaga dan melestarikan budaya Batak. Ia menilai panggung internasional menuntut konsistensi dan tanggung jawab moral, namun juga membuka peluang mengangkat identitas daerah.

Kita optimis mendapat tempat terbaik. Lewat pagelaran seni budaya, kita juga mewariskan generasi muda untuk mencintai budaya sebagai identitas dan jati diri,

kata Valerius.

Panitia Sar'Une Art masih membuka kesempatan dukungan dana dan moril untuk memastikan seluruh peserta tampil maksimal dan mewakili Humbang Hasundutan dengan baik di SICC 2026.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait