Nasional

Kemensos dan Sari Roti Berdayakan KPM PKH Jadi Penjual Roti Keliling

Bagikan:
Wakil Mensos melepas KPM PKH sebagai penjual roti keliling di Klaten

Kementerian Sosial (Kemensos)

Peluncuran dan tujuan program

Program ini dirancang untuk mendorong penerima bantuan sosial beralih ke usaha produktif dan mencapai kemandirian ekonomi. Menurut Kemensos, langkah ini sejalan dengan arahan Presiden agar masyarakat keluar dari kemiskinan melalui pemberdayaan, bukan ketergantungan pada bantuan.

Dengan mengucapkan doa yang setinggi-tingginya, mudah-mudahan usaha kita semua berjualan roti diberikan rezeki yang melimpah oleh Gusti Allah. Dengan ini saya lepaskan niat baik masyarakat Klaten untuk memberdayakan hidupnya

Ini awal kita menyeberangi jembatan emas. Yang kemarin belum mandiri, mudah-mudahan setelah kolaborasi dengan Sari Roti dan Kemensos ini bisa mandiri, hidup bapak-ibu bisa sejahtera, iso gemuyu

Skema pemberdayaan dan fasilitas

Regional Manager PT Sari Roti, Andi Bramantya Saputra, menyatakan peluncuran di Klaten adalah tahap awal. Pada fase pertama, 417 KPM di DIY dan Jawa Tengah dilibatkan.

Untuk yang tidak mempunyai kendaraan bermotor, nanti kita sudah sediakan sepeda, yang sudah punya sepeda motor, nanti kita ada box motor. Setelah itu ada pendampingan, ada training, baru nanti jualan di lapangan didampingi tim kami

Perusahaan meminjamkan aset usaha sesuai kebutuhan. Peserta yang belum punya kendaraan dipinjami sepeda. Pemilik sepeda motor mendapat box penjualan. Semua aset dipinjamkan selama mengikuti program, dan perusahaan akan mengganti jika terjadi kerusakan agar usaha tidak terganggu.

Pendampingan, pelatihan, dan prospek penghasilan

Selain fasilitas fisik, program mencakup pelatihan dan pendampingan lapangan. Peserta akan didampingi tim dari Sari Roti dan pendamping PKH untuk membangun keterampilan penjualan dan manajemen usaha.

Yang penting usaha, semangat, yang namanya usaha itu tantangannya macam-macam, tidak boleh menyerah. Kalau ada masalah, nanti konsultasi dengan pendamping

Selama tiga bulan pertama, peserta mendapat penghasilan berdasarkan sistem komisi dari penjualan harian dan bulanan. Setelah periode awal, Sari Roti dan Kemensos akan menerapkan skema penggajian yang masih dibahas bersama.

Program juga menyesuaikan pemberdayaan berdasarkan kemampuan peserta. Beberapa KPM berpeluang direkrut menjadi tenaga penjualan (salesman/hawker). Lainnya akan mengikuti pelatihan usaha mikro, kecil, dan menengah berbasis produk olahan roti.

Semua akan kita berdayakan. Ada yang menjadi hawker, ada yang bisa direkrut menjadi salesman, dan ada juga yang diarahkan mengembangkan usaha roti olahan sesuai kemampuan masing-masing

Implikasi dan langkah ke depan

Inisiatif ini menunjukkan pendekatan kolaboratif pemerintah dan swasta dalam mendorong kemandirian ekonomi penerima bantuan. Jika berjalan efektif, model pemberdayaan semacam ini dapat diperluas ke wilayah lain untuk mendukung transformasi PKH dari penerima bantuan menjadi pelaku usaha.

Keberhasilan program akan bergantung pada kualitas pendampingan, kontinuitas supply chain, dan kesesuaian skema penghasilan pasca masa komisi awal. Pemerintah dan mitra swasta berkomitmen memantau perkembangan dan menyesuaikan kebijakan agar tujuan kemandirian tercapai.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait