BAZNAS Luncurkan Santripreneur Klaster Fesyen 2026
BAZNAS meluncurkan Program Santripreneur Klaster Fesyen 2026 untuk mendorong kemandirian ekonomi santri melalui pengembangan usaha fesyen. Peresmian digelar di Gedung BAZNAS, Jakarta, pada Selasa, 12 Mei 2026. Pendaftaran kompetisi dibuka 17 Mei–22 Juni 2026 melalui santripreneurbaznas.id.
Tujuan dan cakupan program
Program bertema "Brand Santri Mengguncang Industri" ini bertujuan mencetak wirausahawan muda dari kalangan santri yang inovatif dan berdaya saing. Peluncuran diwakili oleh Pimpinan BAZNAS Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi, H. Syarifuddin.
"Alhamdulillah program ini sudah berjalan tiga tahun dengan berbagai sektor, termasuk fesyen dan terus dikembangkan BAZNAS. Karena memiliki dampak positif terhadap penguatan ekonomi santri,"
Syarifuddin menegaskan bahwa penguatan kewirausahaan santri merupakan bagian dari dukungan dakwah sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan umat.
Mekanisme seleksi dan hadiah
BAZNAS menggelar kompetisi kewirausahaan untuk santri dan alumni pesantren di bidang fesyen. Proses seleksi dilakukan bertahap untuk memilih peserta yang layak mendapat dukungan usaha.
- Pendaftaran: 17 Mei–22 Juni 2026 (santripreneurbaznas.id).
- Seleksi awal memilih 100 peserta terbaik.
- 100 peserta disaring lagi hingga terpilih 50 untuk mengikuti bootcamp.
- Peserta terpilih mendapat modal usaha dan pendampingan minimal enam bulan.
"Peserta terbaik nantinya tidak hanya mendapatkan penghargaan, tetapi juga modal usaha serta pendampingan selama minimal enam bulan,"
Dampak dan kolaborasi
Direktur Pendayagunaan dan Layanan UPZ CSR BAZNAS RI, Eka Budhi Sulistyo, menyatakan program ini telah melahirkan ribuan startup entrepreneur dari kalangan santri di berbagai daerah.
"Program Santripreneur telah melahirkan ribuan startup entrepreneur dari kalangan santri di berbagai daerah melalui sejumlah usaha,"
BAZNAS menilai pesantren sebagai segmen strategis. Data yang dikemukakan menyebut ada sekitar 42.391 pesantren dengan total santri sekitar 2,5 juta, sehingga potensi pemberdayaan melalui zakat produktif sangat besar.
Untuk menjamin keberlanjutan, BAZNAS mendorong kolaborasi dengan pelaku industri fesyen dan mitra usaha yang kompeten. Pendekatan ini diharapkan membuat dana zakat lebih produktif dan berdampak nyata bagi mustahik.
Prospek ke depan
Dengan dukungan modal, pelatihan, dan jejaring industri, program ini berpeluang memperkuat ekosistem wirausaha santri di sektor fesyen. Keberlanjutan program bergantung pada kolaborasi pihak swasta, lembaga, dan komunitas pesantren.
Berita Terkait
Chatib Basri Wanti-wanti Risiko Pelemahan Rupiah
DEN mengingatkan risiko pelemahan rupiah yang bisa picu kenaikan harga; rekomendasi efisiensi anggaran, peni...
Luhut Laporkan Survei 800 Titik Program MBG ke Presiden
Ketua DEN Luhut melaporkan hasil survei pada 800 titik program MBG kepada Presiden Prabowo, didampingi tiga...
Menimipas Dukung WCCE 2026 dan Pembinaan Kreatif Warga Binaan
Menimipas Agus Andrianto menyatakan dukungan untuk WCCE 2026 dan penguatan pembinaan kreatif warga binaan le...
Bulog Usul Beras Kita Premium, Target Harga Rp14.900/kg
Bulog usulkan program Beras Kita Premium dengan target harga Rp14.900/kg untuk meredam kenaikan harga beras...
KOWANI Dorong Perempuan Jadi Pelopor Pelestarian Lingkungan
KOWANI mendorong perempuan jadi pelopor pelestarian lingkungan lewat pendidikan keluarga, kolaborasi lintas...
RRI Optimalkan Siaran Piala Dunia 2026 untuk Semua Masyarakat
RRI siapkan program pra, saat, dan pasca Piala Dunia 2026 serta kolaborasi dengan TVRI untuk menjangkau daer...