Kemendagri Apresiasi Peran BAZNAS dalam Pengentasan Kemiskinan
Kemendagri memberikan pujian kepada BAZNAS atas peran strategisnya dalam pengentasan kemiskinan ekstrem dan pemberdayaan masyarakat. Pernyataan itu disampaikan oleh Agus Fatoni, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri yang juga menjabat Pimpinan BAZNAS RI (ex-officio), dalam keterangan tertulis pada Kamis, 14 Mei 2026.
Peran cepat dan program yang berdampak
Agus Fatoni menegaskan bahwa BAZNAS bergerak cepat membantu warga yang membutuhkan lewat program terukur. Ia menyebut lembaga itu bukan sekadar pengelola zakat, melainkan mitra strategis pemerintah.
BAZNAS bukan sekadar lembaga pengelola zakat. Tetapi mitra strategis pemerintah yang mampu bergerak cepat menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan melalui program-program kemanusiaan yang terukur.
Program-program yang sudah berjalan meliputi beberapa bidang yang langsung berdampak pada kesejahteraan rakyat.
- Bedah rumah untuk keluarga kurang mampu
- Pemberdayaan UMKM melalui pelatihan dan modal usaha
- Penanganan stunting dengan intervensi gizi
- Layanan kesehatan gratis untuk masyarakat miskin
Sinergi dengan pemerintah daerah
Menurut Agus, kolaborasi antara BAZNAS dan pemerintah daerah menjadi kunci agar layanan tepat sasaran dan berkelanjutan. Ia memberi contoh beberapa daerah yang telah menunjukkan sinergi baik, antara lain Kolaka, Surabaya, dan Solo.
Agus mendorong wilayah lain mencontoh praktik tersebut agar program dapat mencapai penerima manfaat secara efektif.
Pembiayaan inovatif dan penguatan fiskal daerah
Kemendagri mendorong pemda memperkuat peran BAZNAS melalui mekanisme hibah berdasarkan prinsip money follow program dan money follow function. Prinsip ini memastikan anggaran selaras dengan tugas dan fungsi masing-masing tingkatan BAZNAS.
Selain itu, Kemendagri mengajak pemerintah daerah mengembangkan creative financing untuk memperkuat kapasitas fiskal. Agus juga menjelaskan upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) lewat intensifikasi dan ekstensifikasi sumber pendapatan, termasuk pemanfaatan potensi pajak dan retribusi yang belum optimal.
Modernisasi pengelolaan dan kapasitas SDM
Agus menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan akselerasi transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah.
Dengan digitalisasi, pelayanan publik menjadi lebih murah, mudah diawasi, dan transparan, sehingga dapat meminimalisir risiko kebocoran anggaran.
Digitalisasi juga dinilai penting untuk meningkatkan akuntabilitas dan efisiensi layanan, sehingga manfaat program pemberdayaan bisa dirasakan lebih luas.
Penutup: arah kebijakan ke depan
Kemendagri melihat penguatan sinergi, pembiayaan inovatif, dan modernisasi sebagai langkah krusial untuk memperbesar dampak program BAZNAS. Implementasi rekomendasi ini di tingkat daerah diharapkan mempercepat penurunan angka kemiskinan ekstrem dan memperluas akses layanan bagi kelompok rentan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menhut Tunjukkan Bukti Pengembalian Amplop Bupati Kuansing
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni tunjukkan bukti pengembalian amplop Bupati Kuansing yang dikembalikan 12...
Kementan Percepat Pompanisasi Hadapi Potensi El Nino 2026
Kementan mempercepat program pompanisasi sejak Juli 2026 untuk cegah kekeringan dan menjaga produksi pangan,...
Angin Kencang Hambat Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin
Pemadaman kebakaran TPA Jatiwaringin terhambat angin kencang dan risiko gas berbahaya; luas terbakar diperki...
Cara Daftar Program Magang Nasional 2026 dan Besaran Gaji
Pendaftaran Program Magang Nasional 2026 dibuka untuk lulusan S1, profesi, dan difabel; peserta dapat gaji R...
PLN perkuat kesiapsiagaan listrik saat libur sekolah
PLN UP2B Jabar menjaga operasi kelistrikan 24 jam saat libur sekolah untuk antisipasi lonjakan beban dan men...
Menko Polkam: Perkuat Kekompakan TNI-Polri Jaga Perbatasan Natuna
Menko Polkam Djamari Chaniago minta TNI-Polri perkuat kekompakan jaga perbatasan saat meninjau pasukan di Na...