Rutan Medan Gelar Pengajian Akbar Sambut 1 Muharram 1448 H
Rutan Tanjung Gusta Medan menggelar pengajian akbar menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Selasa (17/6). Kegiatan itu diikuti sekitar 1.000 warga binaan pemasyarakatan sebagai bagian dari pembinaan keagamaan dan pembentukan karakter.
Kegiatan dan penceramah
Pengajian menghadirkan Ustadzah Rima, M.Pd. dari Yayasan Komunitas Laskar Berbagi Ummah (KOLBU). Ia menyampaikan tausiyah tentang makna hijrah, menekankan bahwa hijrah bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan perubahan diri menuju pribadi lebih baik.
“Diharapkan juga menumbuhkan semangat untuk terus berubah menjadi pribadi yang lebih bermanfaat,” tutup Ustadzah Rima.
Tujuan pembinaan menurut Kepala Rutan
Kepala Rutan Tanjung Gusta Medan, Andi Surya, mengatakan pihaknya akan terus menghadirkan pembinaan yang positif dan bermakna bagi warga binaan. Ia menilai momentum Tahun Baru Hijriah tepat untuk mengajak introspeksi dan memperkuat komitmen menuju perubahan.
“Diharapkan momentum Tahun Baru Hijriah dapat menjadi titik awal perubahan, membangun kesadaran diri, serta memperkuat komitmen untuk menjalani kehidupan yang lebih baik sesuai dengan nilai-nilai agama dan sosial,”
Andi Surya menegaskan pula bahwa program ini bagian dari upaya Rutan memberikan layanan pembinaan yang humanis dan edukatif, serta mendukung proses pemasyarakatan seluruh warga binaan.
“Serta mendukung proses pemasyarakatan bagi seluruh warga binaan,”
Suasana dan respons warga binaan
Rangkaian kegiatan berlangsung dengan khidmat dan antusias. Sekitar seribu warga binaan mengikuti pengajian secara tertib, menunjukkan minat dalam pembinaan kepribadian berbasis keagamaan yang diselenggarakan Rutan Kelas I Medan.
Selain mendengarkan tausiyah, kegiatan juga memberi ruang refleksi bagi warga binaan untuk memperbaiki akhlak dan meningkatkan kualitas ibadah. Panitia melaporkan bahwa suasana berlangsung kondusif dan fokus pada upaya rehabilitasi sosial.
Implikasi dan tindak lanjut
Kegiatan ini menjadi bagian dari program berkelanjutan Rutan untuk membangun kesadaran dan keterampilan sosial warga binaan. Pendekatan keagamaan dipandang sebagai salah satu cara memperkuat nilai moral dan mendorong reintegrasi ke masyarakat setelah masa pembinaan.
Ke depan, Rutan berencana melanjutkan program serupa sebagai upaya preventif dan korektif dalam pembinaan pemasyarakatan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Rico Waas: Pelantikan ICMI Muda Medan Harus Jadi Aksi Nyata
Wali Kota Medan Rico Waas minta ICMI Muda Medan yang baru dilantik langsung bergerak dengan roadmap kerja da...
Tapanuli Highlands Festival 2026: Pulau Sibandang Tampil sebagai Destinasi Sport Tourism
Pulau Sibandang dan Muara dipromosikan lewat Tapanuli Highlands Festival 2026; 65 peserta mengikuti lomba re...
Kejati Aceh Gelar Seleksi Jabatan Eselon III.b dengan Sistem Merit
Kejati Aceh menggelar seleksi Jabatan Eselon III.b pada 2 Oktober 2026 menggunakan sistem merit untuk menjar...
Polsek Gunung Malela Tangkap Dua Pengedar Sabu di Siantar
Polsek Gunung Malela menangkap MD (45) dan AID (27) di Siantar, 30/9, serta menyita sabu dan barang bukti la...
Puluhan Remaja Masjid Al Ikhlas Gelar Tadabbur Alam di Medan
Puluhan remaja Masjid Al Ikhlas mengadakan Tadabbur Alam di Medan Selayang untuk mempererat ukhuwah dan meng...
Rico Waas Janji Tangani Banjir dan Tambah 10.000 CCTV di Medan
Wali Kota Medan Rico Waas janji solusi banjir di Kelurahan Beringin, rencanakan drainase, parit, pembersihan...