Rupiah Menguat Jelang Penyampaian Nota Keuangan Presiden Prabowo
Nilai tukar rupiah menguat menjelang penyampaian Nota Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR, Jumat, 14 Agustus 2026. Data Bloomberg mencatat rupiah dibuka di posisi Rp17.873 per dolar AS dan menguat ke Rp17.837 per dolar AS pada jeda siang pukul 12.00 WIB.
Pergerakan Rupiah Hari Ini
Rupiah menunjukkan fluktuasi sejak pembukaan perdagangan tetapi cenderung menguat menjelang pidato kenegaraan. Pergerakan ini dipengaruhi oleh antisipasi pasar terhadap arah kebijakan fiskal yang akan disampaikan dalam nota keuangan dan rancangan APBN 2027.
Fokus Pasar: Pidato Presiden dan Nota Keuangan
Pelaku pasar memusatkan perhatian ke gedung MPR/DPR karena setelah pidato kenegaraan, Presiden Prabowo akan menyampaikan RUU APBN Tahun Anggaran 2027 serta Nota Keuangan. Pernyataan dan sinyal kebijakan fiskal tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap neraca fiskal dan nilai tukar.
"Pelaku pasar akan mencermati pidato presiden Prabowo," kata Analis Pasar Uang Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana, Jumat, 14 Agustus 2026.
Proyeksi Pergerakan
Kendati rupiah menguat di tengah perdagangan siang, volatilitas diperkirakan tetap tinggi hingga penutupan. Fikri memprakirakan ada kemungkinan rupiah mengalami tekanan tipis terhadap dolar AS.
"Meski pelemahannya tipis ke kisaran Rp17.800 per dolar AS," ujar Fikri.
Sentimen Global yang Mempengaruhi
Sentimen domestik tidak berdiri sendiri. Rilis data ekonomi AS juga menjadi perhatian pelaku pasar. Pada Kamis malam, AS merilis data Indeks Harga Produsen (PPI) Juli yang tercatat 3,3% secara tahunan.
"Perkembangan Indeks Harga Produsen relatif terjaga," ucap Fikri.
Pelaku pasar kini menantikan data penjualan ritel AS yang akan dirilis pekan ini. Hasilnya akan memberi sinyal lebih lanjut terhadap laju dolar AS dan aliran modal global.
Ketegangan Timur Tengah
Dinamika geopolitik juga memberi tekanan pada pasar. Pernyataan terbaru Garda Revolusi Iran tentang kemampuan rudal canggih dan kontrol bersama Selat Hormuz dengan Oman membuat risiko kawasan meningkat. Kondisi ini mendorong penguatan dolar AS di waktu tertentu dan memengaruhi mata uang negara lain, termasuk rupiah.
Dengan kombinasi sentimen domestik dan global, rupiah diperkirakan akan tetap bergerak dinamis sepanjang hari hingga penutupan perdagangan. Pelaku pasar akan terus memonitor pidato presiden serta rilis data ekonomi AS untuk menentukan arah selanjutnya.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Grab Luncurkan Group Ride: Berbagi Ongkos hingga 50%
Grab meluncurkan fitur Group Ride sejak April 2026 untuk atur perjalanan bersama lewat satu pemesanan, denga...
Mobilitas Kereta Api Sumatra Capai 11,34 Juta Penumpang
KAI mencatat 11.342.350 pergerakan penumpang di Sumatra (Jan–Sep 2026), naik 12,02% dibandingkan 2025.
Kemenko Hilirisasi dan Energi Diharap Percepat Transisi Energi
Imaduddin Abdullah menilai pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Energi percepat transisi energi, hilirisasi, d...
Hilirisasi Nikel Dorong PNBP Capai Rp21 Triliun
Hilirisasi nikel mendorong ekspor USD6,54 miliar dan PNBP mencapai Rp21 triliun hingga 31 Agustus 2026, namu...
Harga Emas Pekan Depan Diprediksi Fluktuatif, Waspada Saat Beli
Harga emas dunia diperkirakan berfluktuasi tajam pekan depan karena pengaruh indeks dolar AS dan harga minya...
Indonesia Kuasai 0,9% Pasar Ekspor Bambu, Kemenperin Dorong Penguatan Hulu
Kemenperin sebut Indonesia kuasai 0,9% pasar ekspor bambu global; AKB 2026 digelar untuk perkuat pasokan dan...