Ekonomi

IMI Dorong BI Serap Emas Domestik untuk Perkuat Cadangan

Bagikan:
Ilustrasi tumpukan emas dan brankas bank sentral

Indonesia Mining Institute (IMI) mendorong Bank Indonesia (BI) menyerap sebagian produksi emas dalam negeri untuk memperkuat cadangan emas bank sentral. Pernyataan itu disampaikan oleh Chairman IMI Irwandy Arif dalam MINDialogue, Jakarta, Rabu (12/8/2026), menyusul fakta cadangan emas nasional sekitar 3.600 ton namun cadangan moneter BI hanya sekitar 87,1 ton.

Posisi cadangan emas BI dan perbandingan internasional

Dengan kepemilikan sekitar 87,1 ton, BI menempati posisi ke-44 dunia. Jumlah ini jauh di bawah beberapa bank sentral besar, seperti Amerika Serikat (8.133,5 ton), Jerman (3.349,5 ton), Italia (2.451,8 ton), Prancis (2.437 ton), dan Tiongkok (2.346,4 ton).

Di kawasan Asia Tenggara, posisi BI juga masih kalah dibandingkan Thailand (234 ton) dan Singapura (194 ton). Menurut Irwandy, jurang ini menunjukkan peluang yang belum dimanfaatkan untuk memperkuat cadangan emas negara.

Strategi cadangan devisa saat ini

Irwandy menilai fokus pengelolaan cadangan devisa BI selama ini lebih ke aset valuta asing, khususnya dolar AS, karena tingkat likuiditasnya yang tinggi untuk intervensi pasar. Cadangan devisa Indonesia kini berkisar di level USD146 miliar atau sekitar 5,5 bulan impor, yang menurutnya membatasi ruang untuk menambah porsi emas.

"Rupanya strategi Bank Indonesia itu, mudah-mudahan saya nggak salah, lebih berorientasi pada cadangan valuta asing. Dolar," katanya.

Usulan serap produksi emas domestik

Untuk mengurangi ketergantungan pada dolar dan menghadapi ketidakpastian global, Irwandy mengusulkan agar BI mulai mengalokasikan sebagian produksi emas domestik ke cadangan bank sentral. Ia memberi contoh alokasi sederhana:

"Misalnya kalau kita produksi 100 ton ya, maka Bank Indonesia itu nambah 20 ton,"

Kapasitas pemurnian dan produksi nasional

Indonesia memiliki kapasitas pemurnian yang signifikan. Data menyebut fasilitas pemurnian PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencapai 150 ton per tahun, Smelter Manyar PT Freeport Indonesia 50 ton per tahun, dan PT Amman Mineral Internasional sekitar 18 ton per tahun. Di sisi produksi, sejumlah perusahaan tambang menghasilkan emas tahunan sebagai berikut:

Perusahaan Perkiraan Produksi/Kapasitas (ton/tahun)
PT Aneka Tambang Tbk (Antam) - pemurnian 150 (kapasitas pemurnian)
Smelter Manyar (PT Freeport Indonesia) 50 (kapasitas pemurnian)
PT Amman Mineral Internasional 18 (kapasitas pemurnian)
PT J Resources Asia Pasifik (PSAB) 2,4–2,7
PT Merdeka Copper Gold (MDKA) 2,9
PT Archi Indonesia (ARCI) 2,6
PT Agincourt Resources (PTAR) 5,9–6,8
PT Bumi Resources Minerals (BRMS) 2,2

Dampak dan prospek

Penguatan ekosistem emas domestik melalui penyerapan produksi oleh BI berpotensi meningkatkan porsi emas dalam cadangan moneter. Langkah ini dapat membantu diversifikasi cadangan devisa, mengurangi eksposur terhadap dolar, dan memperkuat stabilitas moneter jangka panjang.

Irwandy menekankan bahwa beberapa negara, termasuk Tiongkok, Rusia, India, Turki, dan Polandia, telah menambah cadangan emas mereka sebagai respons terhadap risiko geopolitik dan proses dedolarisasi global. Indonesia, menurutnya, perlu mengevaluasi ulang urgensi diversifikasi serupa dan memanfaatkan kapasitas pemurnian serta produksi lokal sebagai basis kebijakan.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait