Arifah Fauzi: Anak Butuh Ruang Belajar dan Berkreasi
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mendorong penyediaan ruang yang aman bagi anak untuk belajar, berkreasi, dan mengembangkan potensi. Pernyataan ini disampaikan saat Perayaan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang digelar Soka Gakkai Indonesia di Jakarta pada Senin, 10 Agustus 2026.
Dorongan penyediaan ruang belajar dan berkreasi
Arifah menyambut positif inisiatif Soka Gakkai Indonesia yang menyediakan wadah bagi anak-anak. Menurutnya, ruang seperti itu penting agar anak dapat tumbuh dan mengembangkan bakat secara optimal. Ia menilai tema acara sejalan dengan semangat HAN 2026 untuk melindungi dan membangun masa depan anak.
Saya mengapresiasi komitmen Soka Gakkai Indonesia yang terus memberikan ruang bagi anak untuk belajar dan berkreasi. Komitmen tersebut mendukung anak-anak mengembangkan potensi mereka secara optimal
Pesan untuk anak: belajar, berproses, dan berinovasi
Arifah memberi pesan langsung kepada anak-anak agar terus belajar dan berproses. Ia mendorong mereka untuk tidak ragu mengekspresikan diri melalui mimpi, keberanian berbicara, dan inovasi. Pernyataan itu menegaskan peran anak sebagai bagian penting dari masa depan bangsa.
Teruslah belajar dan berproses, serta jangan ragu mengembangkan diri melalui mimpi, keberanian berbicara, berekspresi, dan berinovasi. Kalian adalah bagian penting dari masa depan Indonesia
Peran orang tua di era digital
Selain menyoroti ruang fisik untuk belajar, Arifah juga mengingatkan soal tantangan perkembangan teknologi digital. Ia menekankan bahwa kemajuan teknologi memberi manfaat besar namun tidak bisa menggantikan kehadiran dan pendampingan orang tua. Langkah pengasuhan aktif diperlukan agar anak dapat memanfaatkan ruang digital secara aman dan bertanggung jawab.
Kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan pengasuhan, komunikasi, dan kehadiran orang tua. Langkah ini dilakukan agar anak dapat memanfaatkan ruang digital secara aman dan bertanggung jawab
Sikap Soka Gakkai Indonesia
Ketua Soka Gakkai Indonesia, Antonius Polim, menegaskan bahwa setiap anak adalah harapan masa depan dan berhak mendapatkan kesempatan tumbuh. Ia mengajak orang tua memakai momentum HAN untuk mempererat hubungan dengan anak. Antonius juga menekankan bahwa orang tua bisa belajar dari anak untuk menjadi pribadi yang lebih sabar dan penuh kasih.
Anak-anak adalah utusan dari masa depan. Setiap anak membawa misi uniknya masing-masing. Mereka berhak mendapatkan kebahagiaan dan kesempatan untuk tumbuh
Implikasi dan langkah ke depan
Penguatan ruang belajar dan berkreasi harus didukung oleh kebijakan, pelibatan organisasi masyarakat, serta peran aktif keluarga. Kolaborasi ini penting untuk memastikan hak anak terpenuhi, dari pengembangan potensi hingga perlindungan di dunia digital. Dukungan berkelanjutan dinilai krusial untuk mewujudkan tumbuh kembang anak yang optimal.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BGN Bongkar Potongan Rp1.500–Rp2.000 per Porsi MBG
BGN temukan potongan Rp1.500–Rp2.000 per porsi MBG yang menurunkan kualitas makanan; BGN ancam putus kerja s...
KM Virgo Ditarget Diangkat Oktober 2026
PT Virgo Karya menargetkan pengangkatan KM Virgo di Laut Jawa pada Oktober 2026 setelah komunikasi positif d...
Gempa M5,9 Sumba Barat Daya Tak Berpotensi Tsunami
BMKG: gempa M5,9 di Sumba Barat Daya (4 Okt 2026) tak berpotensi tsunami; warga diminta waspada terhadap ban...
Basarnas Hentikan Penyelaman KM Virgo Transport 8
Basarnas menghentikan penyelaman KM Virgo Transport 8 pada hari ke-21 karena kondisi jasad dan struktur kapa...
Peringatan 4 Oktober: Dari Hari Hewan hingga Pekan Antariksa
4 Oktober menandai Hari Hewan Sedunia, Hari Jadi Banten, awal Pekan Kesadaran Penyakit Mental, dan pembukaan...
Pemerintah Didesak Sesuaikan PTKP Sesuai Laju Inflasi
Pakar dan buruh mendesak penyesuaian PTKP yang belum berubah sejak 2016 untuk menjaga daya beli; keputusan a...