Dirut RRI Perkuat Strategi Konten Hadapi Disrupsi Era VUCA
Direktur Utama LPP RRI, I Hendrasmo, menegaskan lembaga penyiaran negara itu memperkuat strategi kontennya untuk tetap relevan dan menjaga kepercayaan publik di tengah disrupsi informasi. Pernyataan itu disampaikan pada Sarasehan RRI "RRI Kemarin, Kini, dan Nanti" di Auditorium Yusuf Ronodipuro, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.
Langkah strategis untuk relevansi dan dampak
Hendrasmo menyatakan RRI harus berbenah secara radikal dan holistik agar siaran dan kontennya dapat mendukung tujuan nasional. Perubahan ini dianggap penting agar RRI tetap berdampak bagi masyarakat luas.
Dia menekankan fokus pada tiga kata kunci: relevan, berdampak, dan memperjuangkan public trust. Upaya ini, menurutnya, menjadi tolok ukur keberhasilan RRI di era informasi yang cepat berubah.
Tantangan era VUCA: membedakan informasi benar dan salah
Hendrasmo menyebut era VUCA — volatile, uncertain, complex, ambiguous — membuat lanskap informasi semakin ruwet. Hal itu mempersulit publik membedakan mana informasi yang akurat dan mana hoaks.
"Bahwa challenge kita adalah memang kita dihadapkan dengan disrupsi era yang VUCA, kita begitu ruwet situasinya. Kemudian ambiguous ketika masyarakat susah untuk membedakan ya informasi mana yang benar mana yang salah,"
Menurut Hendrasmo, kondisi ini menuntut RRI memperkuat peran verifikasi dan klarifikasi dalam setiap konten yang disiarkan. Tujuannya agar masyarakat mendapatkan informasi yang dapat diandalkan.
Peran sebagai clearing house dan tuntutan reshuffle konten
Selain meningkatkan kualitas konten, RRI dituntut berperan sebagai clearing house informasi. Dengan demikian, lembaga penyiaran diharapkan dapat menyaring dan menyajikan fakta yang membantu kebijakan publik dan tujuan negara.
"Diberikan challenge Pak Kepala Bakom, bagaimana RRI bisa terus melakukan perubahan secara radikal, secara holistik ya. Bagaimana RRI bisa membantu pencapaian tujuan nasional ya,"
Hendrasmo menambahkan bahwa perubahan harus meliputi aspek teknis, editorial, dan strategi distribusi agar sinergi antara siaran tradisional dan digital lebih optimal.
Implikasi dan langkah ke depan
Ke depan, RRI perlu mengintegrasikan verifikasi fakta, peningkatan kapasitas jurnalis, dan format konten yang adaptif. Pendekatan ini penting untuk menjaga relevansi institusi negara di mata publik.
Dengan memperkuat strategi konten dan fungsi clearing house, RRI berharap dapat terus memberi kontribusi nyata pada pencapaian tujuan nasional dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap informasi publik.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...