Erick Thohir Tantang Atlet Rebut Emas di Asian Games 2026
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menantang atlet Indonesia untuk merebut sebanyak mungkin medali emas pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Pernyataan itu disampaikan saat pengukuhan kontingen di Wisma Serbaguna GBK, Jakarta, Rabu, 9 September 2026, dengan alasan meningkatkan posisi olahraga Indonesia di Asia Tenggara.
Tantangan konkret untuk atlet
Erick meminta setiap atlet menaikkan target pribadi dan tidak cepat puas menghadapi persaingan yang makin ketat. Ia menantang semua pihak untuk mempersiapkan Asian Games dengan serius agar capaian bisa ditingkatkan.
"Saya menantang semua yang hadir, termasuk diri saya. Bisa tidak kita mempersiapkan dengan baik Asian Games ini?"
Menpora mengingatkan bahwa Indonesia telah mengoleksi 98 emas sepanjang sejarah Asian Games, namun masih tertinggal dibanding Thailand yang mengumpulkan 144 emas. Perbandingan itu jadi pemicu agar prestasi olahraga sejalan dengan posisi negara di kawasan.
Pesan peningkatan target dan sikap atlet
Erick mengajak atlet yang berpeluang meraih medali untuk tidak membatasi kemampuan berdasarkan target awal. Ia mendorong peningkatan bertahap: dari perunggu menuju perak, dan dari perak menuju emas.
"Yang berpotensi perunggu, tantang diri Anda untuk dapat perak. Yang potensi perak, tantang diri Anda dapatkan emas,"
Selain dorongan semangat, Erick juga memperingatkan atlet agar tidak jumawa. Banyak negara kini meningkatkan investasi olahraga sehingga persaingan semakin ketat.
"Yang potensi emas jangan jumawa, persaingan sangat ketat. Banyak negara sekarang sudah mulai berinvestasi di olahraga,"
Persiapan pembinaan dan transparansi anggaran
Kemenpora akan melakukan perubahan pola pembinaan mengikuti arahan presiden, menempatkan olahraga sebagai duta dan cerminan kedigdayaan bangsa. Program pelatnas akan dirancang berkesinambungan dalam tiga rentang waktu: jangka pendek, menengah, dan panjang.
"Kita juga mempersiapkan yang namanya pelatnas berkesinambungan, jangka pendek, menengah, panjang. Secara transparan dan ada indeks prestasinya,"
Erick menegaskan penggunaan anggaran pembinaan harus bertanggung jawab. Ia juga memastikan tindakan tegas bila ditemukan penyalahgunaan anggaran.
"Tim kami di Kemenpora yang main-main anggaran, saya yang bawa langsung ke penegak hukum. Jangan cederai ikhtiar kita,"
Komposisi kontingen Indonesia
Kontingen Indonesia yang dikukuhkan siap bertolak ke Jepang dengan komposisi sebagai berikut:
- 432 atlet berlaga di 35 cabang olahraga
- 148 pelatih dan ofisial
- 32 personel tim Chef de Mission
Setelah pengukuhan di Wisma Serbaguna GBK, kontingen dijadwalkan dilepas oleh Presiden di Istana Negara sebelum keberangkatan ke Aichi-Nagoya.
Implikasi dan prospek ke depan
Tantangan Erick menempatkan target medali emas sebagai ukuran ambisi nasional menjelang Olimpiade 2028. Dengan pelatnas berkesinambungan dan evaluasi indeks prestasi, pemerintah berharap mampu memperkuat posisi Indonesia di kancah regional dan internasional.
Langkah selanjutnya adalah menjalankan program secara transparan dan memastikan seluruh pihak bekerja untuk hasil maksimal tanpa terganggu masalah anggaran.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
KemenPPPA Perkuat Pencegahan TPPO dengan Data dan Sinergi
KemenPPPA memperkuat pencegahan TPPO lewat integrasi data, sinergi lintas sektor, dan pemberdayaan masyaraka...
Haornas 2026: Tema, Logo, dan Sejarah Singkat
Haornas 2026 diperingati 9 September dengan tema "Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!", menekankan partisipas...
Kemenperin-Korea Perkuat SDM Industri lewat Ppuri Technology
Kemenperin dan Korea bekerja sama melalui KITC luncurkan program HRD Ppuri Technology 2026–2030 dengan hibah...
Wamen Dorong RRI Perkuat Integritas Informasi Hadapi Algoritma
Wamen Nezar mendorong RRI perkuat integritas informasi untuk menghadapi echo chamber, microtargeting, dan po...
Komite II DPD: Konektivitas Nasional Harus Lebih dari Infrastruktur
Komite II DPD minta konektivitas nasional melampaui infrastruktur, menjangkau 3TP, dan prioritaskan akses tr...
Menko Polkam: Penanganan TPPO Harus Terintegrasi dan Berbasis Data
Menko Polkam Djamari Chaniago minta penanganan TPPO terintegrasi dengan basis data nasional dan deteksi dini...