Wamen Dorong RRI Perkuat Integritas Informasi Hadapi Algoritma
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mendorong Radio Republik Indonesia (RRI) memperkuat integritas informasi untuk menghadapi dominasi algoritma platform digital. Pernyataan disampaikan pada Sarasehan RRI bertajuk RRI Kemarin, Kini, Nanti di Auditorium Yusuf Ronodipuro, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.
Ancaman algoritma terhadap keberagaman informasi
Nezar menjelaskan algoritma menyesuaikan konten berdasarkan aktivitas pengguna, seperti suka dan interaksi. Mekanisme ini menciptakan apa yang dikenal sebagai echo chamber dan membuat pengguna kerap terpapar konten serupa.
Menurutnya, filter bubble dan teknik microtargeting lebih lanjut mempersempit paparan informasi. Dampaknya, keberagaman ekspresi dan program RRI berisiko tidak terlihat oleh audiens yang terkena pengaruh algoritma.
Integritas informasi sebagai strategi utama
Nezar menegaskan RRI perlu menjaga integritas informasi sebagai langkah utama melawan efek algoritma yang sulit dikendalikan. Ia menyebut kondisi ini menuntut media tradisional untuk mempertegas peran dan kredibilitasnya.
Jadi information integrity itu menjadi syarat yang penting buat media-media dalam menghadapi platform ini. Kita mungkin akan sangat sulit misalnya mengendalikan algoritma karena itu bukan di bawah kendali kita
Ia menambahkan bahwa RRI harus mempertahankan keberagaman ekspresi sambil memperkuat kualitas konten yang jernih dan informatif. Konten semacam itu dinilai masih dicari publik di tengah kebingungan informasi.
Dampak pada politik dan ruang publik
Nezar mengamati bahwa paparan informasi melalui media sosial kini memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk dinamika politik. Ia menyebut fenomena ini sebagai politik algoritmik, di mana isu dapat meledak dan menghilang dengan cepat.
Oleh karena itu, RRI perlu tetap berperan sebagai clearing house of information yang menyaring misinformasi dan disinformasi. Peran ini dianggap penting untuk menjaga kualitas diskursus publik.
Penutup: Tantangan dan peluang
Meski menghadapi gelombang misinformasi, Nezar optimistis konten yang jelas dan bertanggung jawab akan tetap dicari. Ia menilai peluang RRI besar, asalkan lembaga itu konsisten menjaga integritas serta relevansi programnya.
Ini betul-betul tekanan dan serangan teknologi yang luar biasa, tapi saya tetap percaya di balik itu semua, konten yang jernih. Konten yang menjelaskan, konten yang bisa juga memberikan arah, itu akan tetap dicari orang di tengah ketidaktentuan
Ke depan, RRI diharapkan menggabungkan strategi editorial dan literasi media untuk mempertahankan jangkauan dan peran publiknya di era algoritma.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...