Nasional

Kemenperin-Korea Perkuat SDM Industri lewat Ppuri Technology

Bagikan:
Ilustrasi pelatihan Ppuri Technology dan kerja sama Kemenperin-Korea

Kementerian Perindustrian memperkuat kerja sama dengan Korea Selatan untuk mengembangkan sumber daya manusia industri melalui program Ppuri Technology. Kesepakatan ini difasilitasi oleh The Korea-Indonesia Industry and Technology Cooperation Center (KITC) dan diumumkan di Jakarta pada Rabu, 9 September 2026. Pemerintah Korea menyetujui hibah sebesar KRW14,69 miliar (sekitar USD10,64 juta) yang dikelola oleh Korea Institute for Advancement of Technology (KIAT), dan proyek direncanakan berjalan pada 2026–2030.

Detail kerja sama dan dukungan hibah

Pemerintah Korea melalui Ministry of Trade, Industry and Resources (MOTIR) menyetujui pemberian hibah untuk pelaksanaan program Establishment of Human Resource Development (HRD) System for Ppuri Technology in Indonesia. Hibah tersebut akan dikelola oleh KIAT dan dilaksanakan oleh konsorsium yang dipimpin Korea Institute of Industrial Technology (KITECH), dengan Korea National Ppuri Industry Center (KPIC) sebagai mitra pelaksana.

Rencana pelaksanaan 2026–2030

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII), Tri Supondy, menyampaikan program ini disiapkan untuk dilaksanakan dalam periode 2026–2030. Saat ini Kementerian Perindustrian tengah menyelesaikan perjanjian hibah dan menentukan lokasi pelaksanaan kegiatan.

"Kami mengapresiasi dukungan dan kerja sama KITC sehingga program ini dapat dipersiapkan untuk dilaksanakan pada 2026-2030. Saat ini, kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti berbagai kebutuhan agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik,"

Peran lembaga dan koordinasi

Pelaksanaan program akan melibatkan beberapa pihak. Di dalam negeri, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) ditunjuk sebagai pelaksana teknis dan berkoordinasi erat dengan Ditjen KPAII. Dari pihak Korea, KITC, KITECH, KPIC, dan KIAT memegang peran kunci.

  • KIAT: pengelola hibah.
  • KITECH: pemimpin konsorsium pelaksana.
  • KPIC: mitra teknis lapangan.
  • BPSDMI: pelaksana program di Indonesia.

Manfaat bagi SDM dan industri manufaktur

Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas tenaga kerja dan penguasaan teknologi industri. Pengembangan kompetensi Ppuri Technology diharapkan meningkatkan kesiapan SDM menghadapi perkembangan teknologi manufaktur.

"Kami melihat terdapat banyak peluang untuk memperluas kerja sama dengan Kementerian Perindustrian. Kami juga ingin menjajaki lebih jauh kerja sama di bidang industri hijau dan transisi energi,"

Direktur KITC Ji Hyun Sung menekankan bahwa manfaat tidak hanya pada keterampilan teknis, tetapi juga pada peningkatan kesiapan SDM menghadapi transformasi teknologi dan praktik industri baru.

Langkah berikutnya

Langkah konkret yang akan ditempuh adalah penyelesaian perjanjian hibah, penetapan lokasi kegiatan, dan penyusunan kurikulum serta modul pelatihan. Kemenperin dan mitra Korea berkomitmen mengawal pelaksanaan agar sesuai kebutuhan prioritas industri nasional.

Pengembangan kompetensi melalui program ini diharapkan memberi dampak positif jangka panjang bagi daya saing sektor manufaktur Indonesia.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait