Lokal

BRIN Pilih Serdang Bedagai Jadi Lokasi Riset Ketahanan Pangan

Bagikan:
Tim BRIN dan Bapperida Sergai saat pra-survei riset ketahanan pangan di Sei Rampah

Sei Rampah, Serdang Bedagai — Tim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memilih Kabupaten Serdang Bedagai sebagai lokasi riset ketahanan pangan melalui Bapperida Sergai. Pra-survei bertajuk Penguatan Kelembagaan Ekonomi Membangun Kedaulatan Ekonomi Petani digelar mulai Rabu, 12 Agustus 2026, di Aula Bapperida Sergai, komplek kantor Bupati di Sei Rampah. Riset ini dimaksudkan untuk memberi gambaran menyeluruh soal ekosistem ketahanan pangan, termasuk produksi padi, kelembagaan ekonomi petani, akses pasar, dan faktor pendukung lainnya.

Alasan pemilihan lokasi

Menurut Prof. Johnny W. Situmorang, BRIN memilih Serdang Bedagai karena posisi daerah itu sebagai salah satu sentra utama produksi padi di Provinsi Sumatera Utara. Dia menjelaskan bahwa penelitian tidak hanya menilai aspek produksi, tetapi juga kondisi petani dan struktur kelembagaan ekonomi di wilayah tersebut.

“Kami melihat Serdang Bedagai memiliki posisi strategis dalam ekosistem pangan, khususnya komoditas padi. Melalui penelitian ini, kami ingin melihat kondisi tersebut secara lebih menyeluruh, tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga dari sisi petani, kelembagaan ekonomi, akses, serta berbagai faktor yang membentuk ekosistem ketahanan pangan.” — Prof. Johnny W. Situmorang

Ruang lingkup pra-survei

Pra-survei BRIN berlangsung pada 12–14 Agustus 2026. Tim fokus pada penjajakan data dan informasi sekunder, pemilihan lokasi penelitian, serta identifikasi petani dan koperasi yang akan terlibat. Kegiatan awal ini bertujuan menyiapkan kerangka riset yang komprehensif sebelum pengumpulan data lapangan lebih luas.

  • Penjajakan data sekunder dan peta produksi
  • Identifikasi lokasi dan kelompok petani
  • Penjajakan koperasi dan kelembagaan ekonomi lokal
  • Koordinasi dengan perangkat daerah terkait

Peran Bapperida dan harapan daerah

Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Sergai, Irfan Ramdhani, menyatakan apresiasi atas kepercayaan BRIN. Ia menyebut riset ini sebagai peluang untuk melihat lebih jauh rantai nilai pertanian di daerah dan meminta hasil riset menjadi dasar rekomendasi kebijakan daerah.

“Ini merupakan kehormatan sekaligus peluang bagi Serdang Bedagai untuk melihat lebih jauh bagaimana kondisi petani, produksi pangan, kelembagaan ekonomi, hingga rantai nilai pertanian di daerah kita. Kami berharap hasil riset ini nantinya dapat memberikan rekomendasi yang konkret bagi penguatan kebijakan daerah.” — Irfan Ramdhani, Kabid Rinov Daerah

Bapperida juga menyatakan kesiapan memfasilitasi koordinasi antara Tim BRIN dan perangkat daerah agar riset berjalan efektif. Pihak daerah berharap hasil penelitian tidak hanya berhenti pada laporan, tetapi menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi petani dan pembangunan ketahanan pangan lokal.

Dampak dan tindak lanjut

Jika berjalan sesuai rencana, riset ini berpotensi menyusun rekomendasi kebijakan yang menguatkan kelembagaan ekonomi petani, memperbaiki akses pasar, dan meningkatkan keberlanjutan ekosistem pangan berbasis padi di Serdang Bedagai. Hasil lengkap diharapkan menjadi acuan bagi perumusan program pembangunan dan intervensi untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat kabupaten dan provinsi.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait