Banjir Belawan, Wali Kota Medan Turun Lapangan; Bendungan Jebol
Medan, 12 September — Meski kawasan Belawan masih terancam banjir pasang, Wali Kota Medan Rico Waas tetap turun lapangan untuk menyapa warga dan memimpin gotong royong di Kecamatan Medan Belawan, Sabtu (12/9). Pada hari yang sama, tanggul Bendungan Irigasi Pulo Payung di Batang Lubu Sutam jebol sehingga ratusan hektar sawah mengalami kekeringan. Selain itu, anggota Komisi V DPR RI Musa Rajekshah meninjau pekerjaan pelebaran Jalan Nasional di Sei Rampah, Serdang Bedagai.
Rico Waas pantau kondisi Belawan dan pimpin gotong royong
Rico Waas melakukan agenda rutin setiap Sabtu untuk melihat kondisi lingkungan dan menyerap aspirasi warga di Medan bagian utara. Kegiatan tersebut berlangsung meski cuaca dan ancaman rob membuat sejumlah titik di Belawan waspada.
Wali Kota menyatakan kawasan ini masih membutuhkan perbaikan infrastruktur dan peningkatan kualitas hidup warga. Kegiatan lapangan dimanfaatkan untuk berkomunikasi langsung dengan masyarakat setempat dan mengidentifikasi kebutuhan segera.
Bendungan Pulo Payung jebol, ratusan hektar sawah terdampak
Tanggul penahan di sisi Bendungan Irigasi Pulo Payung, Kecamatan Batang Lubu Sutam, dilaporkan jebol setelah terjangan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan ratusan hektar sawah mengalami kekeringan karena terganggunya pasokan air irigasi.
Camat Batang Lubu Sutam, Sainal Abidin Nasution S.Th.I, membenarkan kejadian jebolnya tanggul irigasi tersebut. Ia menyebut kerusakan terjadi akibat terjangan aliran air yang kuat, sehingga membutuhkan penanganan darurat untuk memulihkan fungsi irigasi.
Musa Rajekshah tinjau pelebaran Jalan Nasional di Sei Rampah
Anggota Komisi V DPR RI Musa Rajekshah, yang akrab disapa Ijeck, meninjau proses pelebaran dan penambahan jalur pada Jalan Nasional di Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai. Kunjungan dilakukan untuk menjalankan fungsi pengawasan terhadap pembangunan infrastruktur strategis nasional.
Dalam peninjauan itu, Ijeck didampingi Wakil Bupati Serdang Bedagai Adlin Tambunan, Kepala BBPJN Sumatera Utara Hardy Siahaan, dan anggota DPRD Sumut Fraksi Golkar Ziad Ananta. Tim memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana dan diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi pengguna jalan.
Ketiga peristiwa ini memperlihatkan tantangan infrastruktur di Sumatera Utara, dari kerentanan terhadap banjir pasang hingga kebutuhan pemeliharaan irigasi dan peningkatan jaringan jalan. Penanganan segera dan koordinasi antar-pemangku kepentingan dianggap krusial untuk meminimalkan dampak terhadap masyarakat dan aktivitas ekonomi lokal.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Rico Waas Dorong KAHMI Medan Beri Gagasan Kritis untuk Kota
Wali Kota Medan Rico Waas mendesak KAHMI Medan berperan aktif memberi gagasan kritis menjelang Musda 19-20 S...
Forkopimda Asahan Menang 2-1 atas Korpri Sergai di Laga Eksebisi
Forkopimda Asahan menundukkan Korpri Dambaan Sergai 2-1 di laga eksebisi pembukaan Piala DPRD Asahan, Jumat...
Bendung Pulo Payung Jebol, 350 Ha Sawah Kekeringan di Padanglawas
Tanggul Bendungan Pulo Payung jebol akibat banjir, membuat sekitar 350 hektar sawah di Padang Lawas mengalam...
Desa Medan Estate Gelontorkan Dana Desa Rp50 juta untuk Perayaan Maulid
Desa Medan Estate gunakan Dana Desa Rp50 juta untuk peringatan Maulid, lomba nasyid antar dusun, dan penyera...
MAA Langsa: Pemulihan Pascabanjir Harus Sentuh Akar Ekologis
MAA Kota Langsa minta pemulihan pascabanjir melibatkan masyarakat adat dan atasi masalah ekologis seperti su...
23 Pejabat Tapteng Dilantik, Bupati Tekankan Penanganan Pascabencana
Bupati Tapteng lantik 23 pejabat di Pandan, Jumat 11/9; fokus pada percepatan penanganan pascabencana, integ...