Lokal

Bendung Pulo Payung Jebol, 350 Ha Sawah Kekeringan di Padanglawas

Bagikan:
Tanggul Bendungan Pulo Payung jebol dan sawah mengering di Padang Lawas

Batang Lubu Sutam, Padang Lawas — Tanggul di sisi Bendungan Irigasi Pulo Payung jebol setelah terjangan banjir, Sabtu (12/9). Akibatnya, bendung tidak berfungsi dan sekitar 350 hektar sawah yang mulai menghijau kini mengalami kekeringan.

Bendung rusak dan dampak langsung

Tanggul penahan yang jebol membuat aliran air irigasi terhenti. Petani yang mengandalkan jaringan irigasi ini kehilangan pasokan air saat masa kritis pertumbuhan padi.

Malah sekitar 350 hektar sawah dengan tanaman padi yang sudah mulai menghijau, kini mengalami kekeringan,

Kronologi dan penyebab

Kerusakan diperkirakan terjadi akibat terjangan banjir yang menerjang struktur tanggul. Dengan pecahnya tanggul di sisi bendungan, fungsi utama bendung sebagai penampung dan penyuplai air irigasi menjadi tidak berjalan.

Pejabat setempat, Camat Sainal Abidin Nasution STh.I, membenarkan kejadian tersebut pada Sabtu (12/9) dan menyatakan kondisi ini mengancam musim tanam yang sedang berlangsung.

Riwayat pendanaan bendung

Bendung dan jaringan irigasi Pulo Payung sebelumnya mendapat sejumlah alokasi anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi. Catatan menunjukkan dana dialokasikan pada beberapa periode, termasuk alokasi tahun 2018 sebesar Rp1,7 miliar dan kucuran anggaran pada 2025 sebesar Rp6,8 miliar.

Anggaran tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan fungsi bendung dalam mendukung swasembada dan ketahanan pangan daerah.

Respons warga dan harapan perbaikan

Masyarakat dan petani setempat berharap ada perhatian dan bantuan cepat dari pemerintah untuk memperbaiki bendung. Jika perbaikan terlambat, potensi kerugian panen dan penurunan produksi pangan lokal bisa meningkat.

Masyarakat dan para petani yang bergantung pengairan dari bendung sangat berharap bantuan dan perhatian pemerintah secepatnya.

Perbaikan tanggul dan pemulihan fungsi irigasi menjadi prioritas untuk mencegah meluasnya kekeringan pada lahan sawah. Pemerintah daerah dan pusat diharapkan bergerak cepat untuk menilai kerusakan dan mengalokasikan perbaikan teknis agar distribusi air kembali normal.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait