Lokal

Rico Waas Dorong KAHMI Medan Beri Gagasan Kritis untuk Kota

Bagikan:
Wali Kota Medan bertemu pengurus KAHMI di Balai Kota Medan untuk bahas Musda dan peran organisasi

Medan, Wali Kota Medan Rico Waas mendesak Majelis Daerah KAHMI Kota Medan untuk tidak sekadar berperan sebagai organisasi alumni, melainkan aktif menyumbangkan gagasan akademis dan kritis untuk kemajuan kota. Pernyataan ini disampaikan saat Rico menerima pengurus MD KAHMI di Balai Kota Medan, Jumat (11/9), jelang Musyawarah Daerah (Musda) KAHMI yang digelar pada 19-20 September 2026 di BPSDM Sumatera Utara, Jalan Ngalengko.

Audiensi dan agenda Musda

Pada pertemuan tersebut, Ketua Umum MD KAHMI Medan Delyuzar menginformasikan bahwa masa kepengurusan berjalan akan segera berakhir dan pihaknya telah menjadwalkan Musda untuk memilih kepengurusan baru. Delyuzar juga menyampaikan harapan agar Wali Kota hadir membuka acara secara langsung.

“Kami berharap bapak wali kota dapat hadir langsung dalam Musda tersebut,”

Pesan Wali Kota: dari alumni menjadi penyuplai solusi

Menanggapi permintaan itu, Rico Waas menekankan peran strategis KAHMI yang berakar dari kalangan akademisi. Ia meminta organisasi tidak hanya menjalankan roda internal, tetapi memberikan masukan konstruktif terhadap kebijakan kota.

“Kami berharap pemikiran kritis yang membangun untuk menjadi bahan masukan menyikapi setiap problematika yang terjadi di Kota Medan,”

Rico menilai keterlibatan intelektual dari KAHMI penting untuk memperkaya kebijakan publik dan solusi teknis pada berbagai masalah perkotaan.

Konteks persoalan yang harus direspons

Wali Kota mengingatkan bahwa persoalan di Kota Medan semakin kompleks. Ia merinci bidang yang memerlukan perhatian khusus, antara lain infrastruktur, kesejahteraan sosial, kesehatan, dan pendidikan.

Dengan latar akademis anggotanya, KAHMI dianggap memiliki kapasitas untuk menawarkan perspektif baru yang konstruktif. Rico meminta agar rekomendasi KAHMI bersifat aplikatif dan mampu membantu pemerintah daerah dalam perumusan kebijakan.

Tindak lanjut dan harapan ke depan

Rico menegaskan harapannya agar KAHMI hadir sebagai mitra pemerintah dalam menjawab persoalan publik. Ia mengundang sinergi yang lebih intensif antara kalangan akademisi alumni dan pemerintahan kota untuk menghasilkan solusi nyata.

Musda yang dijadwalkan pada 19-20 September 2026 menjadi momentum bagi KAHMI Medan untuk merumuskan program kerja baru dan memperkuat peran organisasi sebagai penyumbang gagasan bagi pembangunan kota.

Kesimpulan: Pertemuan di Balai Kota menegaskan harapan agar KAHMI Medan bergerak dari sekadar organisasi alumni menjadi sumber pemikiran kritis dan solusi bagi problematika perkotaan di Medan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait