Revitalisasi Semarang Tawang Kembalikan Fasad Asli dalam 195 Hari
PT Kereta Api Indonesia (KAI)
Ruang lingkup revitalisasi
Revitalisasi tahap pertama menitikberatkan pada pemugaran tampilan eksterior dan ruang publik utama stasiun. Pekerjaan meliputi restorasi fasad, perbaikan hall utama, serta pemugaran sisi barat dan timur bangunan.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan bahwa fokus awal adalah mengembalikan bentuk semula agar bangunan bersejarah tampil otentik dan fungsional.
Tahap pertama adalah bagian fasad dari depan ini, termasuk hall itu, kemudian sisi barat dan sisi timurnya. Ini kami kembalikan lagi ke bentuk semula, Pak
Rujukan arsip sejarah
Pemugaran dilakukan dengan merujuk pada dokumentasi historis, termasuk foto-foto lama dari masa kolonial Belanda. Semua ornamen dipelajari dan direkonstruksi agar sesuai dengan wujud aslinya.
Kami mendapatkan referensi ini karena dari foto-foto yang lama, dari foto zaman Belanda itu, lampu-lampunya saja kami kembalikan ke semula. Semua ornamen yang ada di sini kami kembalikan ke semula lagi
Manfaat bagi layanan dan ekonomi
KAI berharap revitalisasi tidak sekadar estetika, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan transportasi dan mendorong dampak ekonomi bagi warga sekitar. Perbaikan fasilitas di area hall dan akses penumpang diharapkan memperkuat konektivitas antarkawasan.
Kami berharap revitalisasi Stasiun Semarang Tawang ini memberikan manfaat luas kepada masyarakat. Memperkuat konektivitas wilayah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi
Arsitektur dan pelajaran untuk pengembangan masa depan
Proyek ini menjadi contoh bagaimana pembangunan modern dapat berjalan beriringan dengan pelestarian sejarah. Menurut pihak KAI, menjaga akar budaya bangunan penting untuk identitas kota sekaligus mendukung pariwisata dan kegiatan ekonomi lokal.
Serta menjadi contoh bahwa pembangunan masa depan bisa kita lakukan. Bahkan tanpa melupakan akar sejarah dari bangsa
Dengan selesainya tahap pertama, KAI dapat melanjutkan perencanaan tahap berikutnya yang kemungkinan mencakup perbaikan fasilitas operasional dan penataan ruang komersial di sekitar stasiun. Revitalisasi ini diharapkan meningkatkan kenyamanan penumpang sekaligus menjaga warisan arsitektur Semarang ke depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...