Nasional

Stasiun Gambir Jadi Teras Monas, Biaya Diproyeksikan Rp1 T

Bagikan:
Rencana revitalisasi Stasiun Gambir menjadi Teras Monas dengan ruang publik dan fasilitas komersial

PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan merevitalisasi Stasiun Gambir menjadi kawasan publik bernama Teras Monas dengan anggaran sekitar Rp1 triliun. Proyek ini diumumkan sejalan upaya optimalisasi aset dan integrasi transportasi, dengan target selesai pada 2028. Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan perencanaan pada diskusi media, Rabu, 8 Juli 2026.

Konsep dan tujuan pengembangan

KAI menargetkan Gambir tidak hanya sebagai titik naik turun penumpang jarak jauh. Kawasan dibentuk menjadi ruang publik multifungsi yang terhubung langsung dengan Monumen Nasional (Monas) dan pusat pemerintahan. Tujuan utama adalah menciptakan pengalaman baru bagi pengguna, sehingga stasiun menjadi tempat aktivitas, rekreasi, dan layanan komersial.

"Monas ini adalah panggungnya Indonesia. Terasnya ada di mana? Belum ada. Belum ada terasnya. Yang duduk bisa memandang Monas sekarang tidak ada,"

Fasilitas yang direncanakan

Bobby menyatakan revitalisasi akan menghadirkan nuansa alam dan pengalaman perjalanan di dalam stasiun (in journey experience). Rencana fasilitas meliputi pusat kuliner, area ritel, lounge, hotel, rooftop park, dan ruang pertemuan. Selain itu, disiapkan ruang terbuka hijau yang terhubung langsung dengan lingkungan sekitar Monas.

  • Pusat kuliner dan area ritel
  • Lounge dan ruang pertemuan
  • Hotel dan rooftop park
  • Ruang terbuka hijau terintegrasi dengan Monas

"Untuk itu kami akan jadikan Gambir sebagai In journey experience. Pelanggan yang datang dia tidak hanya akan naik kereta. Dia akan menikmati Monas. Dari panggung yang kita sebut dengan Monas,"

Anggaran, waktu, dan dampak ekonomi

KAI menganggarkan kurang lebih Rp1 triliun untuk proyek ini, dengan target penyelesaian pada 2028. Saat ini tercatat terdapat 132 titik komersial di Stasiun Gambir. Jika pengembangan berjalan sesuai rencana, revitalisasi diproyeksikan membuka sekitar 500–1.000 lapangan kerja langsung maupun pekerjaan pendukung.

Integrasi transportasi

Selain fungsi komersial dan rekreasi, pengembangan menekankan integrasi moda. KAI akan meningkatkan konektivitas antara kereta jarak jauh, KRL, kawasan Monas, dan moda transportasi lainnya. Tujuannya memperlancar mobilitas dan membuat perjalanan masyarakat lebih efisien.

"Stasiun Gambir merupakan gerbang perjalanan kereta api jarak jauh di pusat Jakarta. Karena itu, pengembangannya diarahkan menjadi ruang yang nyaman bagi pelanggan untuk menunggu perjalanan, menikmati kuliner, berbelanja, hingga mengakses berbagai layanan pendukung,"

Prospek dan konteks lebih luas

Revitalisasi Gambir masuk bagian transformasi kawasan transportasi di pusat ibu kota. KAI berharap proyek ini menciptakan ruang publik modern yang mendukung pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan aktivitas sosial di sekitar Monas. Implementasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan lain akan menjadi kunci pelaksanaan sampai tuntas pada 2028.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait