Politik

Amin Thohari Soroti Penurunan APBD 2027 dan Dorong Kemandirian Pangan

Bagikan:
Amin Thohari berdialog dengan warga Desa Babad saat reses membahas APBD dan pertanian

Bojonegoro — Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Fraksi PDI Perjuangan, Amin Thohari, menggelar reses di Desa Babad, Kecamatan Kedungadem, pada Sabtu (22/8/2026). Dalam pertemuan itu, Amin menyoroti proyeksi penurunan APBD 2027 dan mendorong fokus ke sektor non-minyak, kemandirian pangan, serta percepatan pembangunan jalan desa.

APBD 2027 dan peralihan fokus ekonomi

Amin menyampaikan bahwa proyeksi APBD Kabupaten Bojonegoro untuk 2027 diperkirakan mengalami penurunan. Karenanya, menurutnya, pemerintah daerah perlu mengalihkan perhatian pada sumber pendapatan selain minyak.

"Pendapatan daerah tidak boleh hanya mengandalkan sumber minyak karena semakin tahun akan mengalami penurunan. Komoditas pertanian menjadi prioritas utama dalam kemandirian pangan penopang ekonomi masyarakat,"

Pernyataan itu disampaikan langsung di hadapan warga Dapil IV sebagai upaya memberi gambaran kebijakan fiskal dan arah pembangunan daerah ke depan.

Prioritas pertanian lokal

Amin menilai kawasan Kedungadem, Gondang, dan Sekar memiliki potensi pertanian yang besar, khususnya komoditas tembakau dan jagung. Ia menekankan pentingnya peningkatan produksi dan nilai tambah komoditas tersebut untuk menopang perekonomian lokal.

Dalam dialog, Amin juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga ketersediaan pupuk bagi petani. Dukungan input pertanian dianggap krusial agar produktivitas tetap terjaga saat anggaran mengalami penyesuaian.

BKKD untuk perbaikan jalan desa

Isu infrastruktur menjadi sorotan warga. Agus Suprayitno, petani asal Kecamatan Sugihwaras, mengusulkan perbaikan jalan yang belum tersentuh di lingkungannya. Warga menanyakan kejelasan alokasi dan mekanisme bantuan untuk pembangunan jalan poros desa.

Amin menjelaskan mekanisme penyaluran dana untuk infrastruktur desa melalui Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) dan perencanaan desa. Ia merinci jalur pengusulan agar dana dapat diprioritaskan untuk perbaikan jalan.

"Pengusulan bisa dilakukan oleh Pemerintah Desa melalui Musrenbangdes yang berlanjut ke Musrenbangcam. Uang daerah ini disalurkan dalam bentuk hibah desa untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan poros,"

Alat pertanian dan pengajuan via Poktan

Terkait permintaan alat rajang tembakau dari warga Temayang, Amin mengarahkan agar usulan disusun melalui Kelompok Tani (Poktan) yang berkoordinasi dengan Penyuluh Pertanian. Langkah ini penting agar proposal memenuhi persyaratan teknis dan administrasi.

Aspirasi yang tercatat dalam reses akan dikawal oleh Fraksi PDI Perjuangan untuk kemudian diteruskan ke Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Fraksi berkomitmen memantau proses penganggaran dan pelaksanaan program.

Catatan akhir: Reses ini menegaskan langkah pemerintah daerah merespons penurunan proyeksi pendapatan dengan memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan perencanaan infrastruktur desa. Keberhasilan strategi tersebut bergantung pada sinergi pemerintah desa, provinsi, dan pemangku kepentingan lokal.

Anggota DPRD Amin Thohari berdialog dengan warga Desa Babad saat reses
Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait