Trenggalek Gandeng UB Kembangkan Konservasi Penyu di Pantai Kili-Kili
Trenggalek — Pemerintah Kabupaten Trenggalek bekerja sama dengan Universitas Brawijaya (UB) Malang untuk mengembangkan konservasi penyu berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi di Pantai Kili-Kili, Kecamatan Panggul. Pengumuman kerja sama ini disampaikan pada Sabtu, 22 Agustus 2026, sebagai upaya menggabungkan pengembangan pariwisata pesisir dengan pelestarian ekosistem.
Tujuan kerja sama dan ruang lingkup
Kolaborasi ini bertujuan memaksimalkan potensi wisata alam sekaligus menjaga keberlanjutan hayati di kawasan pesisir. Kawasan Kili-Kili selama ini dikenal sebagai lokasi konservasi penyu di Trenggalek. Pemerintah kabupaten menginginkan pengelolaan yang tidak hanya berorientasi wisata, tetapi juga berbasis data dan riset.
Peran Pemerintah dan Universitas
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menegaskan pengembangan pariwisata pesisir harus berjalan seiring upaya konservasi. Ia berharap dukungan berbagai pihak dapat menggarap potensi secara optimal.
"Dengan dukungan semua pihak, tentu potensi-potensi bakal tergarap maksimal. Termasuk dengan Universitas Brawijaya setidaknya menjadi momentum menjaga daerah pesisir dengan aneka ekosistemnya. Seperti penyu ini," kata Mas Ipin.
Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, menyatakan UB akan menerapkan pendekatan ilmiah dalam pengelolaan kawasan. UB juga berencana membangun fasilitas laboratorium untuk mendukung penelitian ekosistem laut dan pesisir.
"Ini juga sebagai bentuk pengembangan ilmu. Jadi kami dari universitas dan Pemkab Trenggalek bersama-sama untuk meningkatkan kepeduliannya kepada alam di pesisir dengan kekayaan tanaman dan hayatinya," kata Widodo.
Konsep living laboratory dan langkah teknis
Kolaborasi dikembangkan melalui konsep living laboratory. Kawasan pesisir tidak lagi hanya sebagai lokasi konservasi, tetapi juga ruang pembelajaran dan penelitian lapangan untuk memahami ekosistem laut secara langsung.
Sejak sekitar tahun 2000, UB telah terlibat bersama kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas). Kini keterlibatan itu diperluas dengan pembangunan laboratorium dan pengolahan data untuk kajian berkelanjutan.
Dampak pada pariwisata dan ekosistem
Pemkab Trenggalek menilai langkah ini penting untuk menyeimbangkan antara potensi pariwisata dan kelestarian lingkungan. Pengembangan kawasan pesisir Trenggalek membentang dari Kecamatan Watulimo, Munjungan hingga Panggul, sehingga memiliki karakter alam beragam dan peluang menjadi destinasi konservasi serta edukasi.
Dengan basis ilmiah yang lebih kuat, pengelolaan habitat penyu dan kekayaan hayati lainnya diharapkan menjadi terukur dan berkelanjutan. Pihak terkait juga menargetkan keterlibatan komunitas lokal dalam upaya konservasi dan edukasi wisata.
Kerja sama ini membuka peluang penguatan riset, pendidikan, dan ekonomi lokal melalui pariwisata berbasis konservasi, sekaligus menjaga kelestarian pesisir Trenggalek untuk generasi mendatang.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Festival Nyusu Bareng Batu Hadiahkan Anakan Sapi untuk Peternak
Festival Nyusu Bareng di Dusun Brau, Kota Batu bagikan 1.500 cup susu dan hadiah anakan sapi untuk dorong ke...
Haornas ke-43 Trenggalek: Ribuan Jalan Sehat Sambil Bersih-bersih
Haornas ke-43 di Trenggalek menggabungkan jalan sehat dengan aksi memungut sampah sepanjang rute untuk memba...
Deni Wicaksono: Pemprov Jatim Diminta Susun Data Pasar Tradisional
Deni Wicaksono mendesak Pemprov Jatim menyusun basis data pasar tradisional di 38 kabupaten/kota agar interv...
Wali Kota Surabaya Ingatkan: Jangan Pinjamkan KTP untuk Beli Kendaraan
Wali Kota Surabaya peringatkan warga agar tidak meminjamkan KTP untuk pembelian kendaraan karena dapat mengg...
DPRD Batu Panggil Pengembang Proyek Wisata di Sumberbrantas
Komisi B DPRD Kota Batu panggil pihak proyek wisata Sumberbrantas untuk klarifikasi izin, AMDAL, dan dampak...
Ketua DPRD Surabaya: RT/RW Harus Lebih Peduli Kasus Keluarga Ibu Tomo
Ketua DPRD Surabaya minta RT/RW peka setelah temukan keluarga Ibu Tomo; rumah dibedah dan Dinsos tangani unt...