Kemarau Panjang, Distribusi Air Bersih Diperkuat di Ngawi
Ngawi — Pada Jumat, 21 Agustus 2026, bantuan air bersih didistribusikan ke Desa Kiyonten, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, untuk merespons kemarau panjang yang mengeringkan sumur warga. Penyaluran dilakukan melalui kolaborasi antara Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ngawi dan PMI Jawa Timur.
Kondisi dan dampak kekeringan
Warga Kiyonten mulai kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah sumur-sumur tradisional mengalami penurunan debit. Kondisi serupa juga terjadi di beberapa desa lain di wilayah Ngawi.
Berdasarkan evaluasi pemerintah daerah pada 2023, sekitar 40 desa di 19 kecamatan rutin terdampak apabila musim kemarau berkepanjangan. Kekeringan menghadirkan persoalan akses air bersih hingga kebutuhan sanitasi warga terganggu.
Respons PMI dan pemerintah daerah
Distribusi air bersih di Kiyonten merupakan langkah cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama sumber air lokal menurun. Aksi ini melibatkan PMI tingkat kabupaten dan provinsi agar bantuan dapat menjangkau titik-titik yang paling membutuhkan.
Ini bentuk kolaborasi PMI Kabupaten Ngawi dan PMI Jawa Timur. Ketika rakyat kesulitan pada musim kering, air bersih harus dipasok ke daerah-daerah yang membutuhkan dan itu menjadi prioritas.
Pernyataan di atas disampaikan oleh Ir Budi Sulistyono Kanang, anggota DPR RI yang juga menjabat Ketua PMI Kabupaten Ngawi. Ia menekankan pentingnya distribusi terarah agar bantuan tepat sasaran.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menilai kekeringan bukan persoalan baru. Pemerintah daerah akan memetakan kebutuhan air hingga ke tingkat dusun untuk menentukan sumber alternatif dan prioritas penyaluran.
Langkah mitigasi jangka panjang
Pemerintah berencana tidak sekadar mengandalkan distribusi sementara. Upaya jangka panjang akan difokuskan pada pemeliharaan dan penguatan sumber air, termasuk perawatan mata air dan kegiatan reboisasi di sekitar sumber.
- Mitigasi berbasis dusun untuk pemetaan kebutuhan air
- Pemanfaatan sumber air dari wilayah sekitar yang masih tersedia
- Perawatan mata air dan reboisasi untuk menjaga keberlanjutan sumber
Selain mengambil air, mata air harus kita rawat dengan reboisasi agar lingkungan sumber air tetap lestari dan kebutuhan masyarakat bisa terjaga,
ujar Bupati Ony saat kegiatan penyaluran.
Skala problem di Jawa Timur
Menurut Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo, masalah kekeringan tidak hanya di Ngawi. Sekitar 23 kabupaten dan kota di Jawa Timur juga menghadapi krisis air akibat kemarau panjang, sehingga distribusi air menjadi langkah respons cepat di banyak daerah.
Pendekatan darurat seperti distribusi air bersih diharapkan menjadi jembatan sampai solusi jangka panjang, seperti pengelolaan sumber daya air dan reboisasi, dapat diimplementasikan secara lebih menyeluruh.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Festival Nyusu Bareng Batu Hadiahkan Anakan Sapi untuk Peternak
Festival Nyusu Bareng di Dusun Brau, Kota Batu bagikan 1.500 cup susu dan hadiah anakan sapi untuk dorong ke...
Haornas ke-43 Trenggalek: Ribuan Jalan Sehat Sambil Bersih-bersih
Haornas ke-43 di Trenggalek menggabungkan jalan sehat dengan aksi memungut sampah sepanjang rute untuk memba...
Deni Wicaksono: Pemprov Jatim Diminta Susun Data Pasar Tradisional
Deni Wicaksono mendesak Pemprov Jatim menyusun basis data pasar tradisional di 38 kabupaten/kota agar interv...
Wali Kota Surabaya Ingatkan: Jangan Pinjamkan KTP untuk Beli Kendaraan
Wali Kota Surabaya peringatkan warga agar tidak meminjamkan KTP untuk pembelian kendaraan karena dapat mengg...
DPRD Batu Panggil Pengembang Proyek Wisata di Sumberbrantas
Komisi B DPRD Kota Batu panggil pihak proyek wisata Sumberbrantas untuk klarifikasi izin, AMDAL, dan dampak...
Ketua DPRD Surabaya: RT/RW Harus Lebih Peduli Kasus Keluarga Ibu Tomo
Ketua DPRD Surabaya minta RT/RW peka setelah temukan keluarga Ibu Tomo; rumah dibedah dan Dinsos tangani unt...